Mayat di OKU Timur Dipastikan M Pansor

BREAKING NEWS: 3 Polisi Ini Tak Ingat Keberadaan Brigadir Medi pada Hari Pansor Terbunuh

John menceritakan ke Medi ingin menjual tanahnya di Natar, Lampung Selatan (Lamsel).

BREAKING NEWS: 3 Polisi Ini Tak Ingat Keberadaan Brigadir Medi pada Hari Pansor Terbunuh
TRIBUN LAMPUNG/Wakos Gautama
Tiga anggota Polresta Bandar Lampung saat menjadi saksi dalam kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, Selasa (14/3/2017). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim kuasa hukum terdakwa Brigadir Medi Andika menghadirkan tiga anggota Satuan Intelijen dan Keamanan Polresta Bandar Lampung sebagai saksi.

Mereka dihadirkan sebagai saksi yang meringankan, pada persidangan kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (14/3/2017).

Dalam kesaksiannya, tim kuasa hukum Medi meminta ketiga anggota polisi itu menerangkan keberadaan Medi pada 15 April 2016, yaitu hari menghilangnya M Pansor.

John Hendra mengaku pernah pergi bersama Medi di pertengahan April.

Saat itu, John bertemu Medi di kantor pada sore hari menjelang Magrib.

John menceritakan ke Medi ingin menjual tanahnya di Natar, Lampung Selatan (Lamsel).

Karena, ia butuh uang untuk membayar tukang yang sedang membangun rumahnya.

John dan Medi lalu pergi ke Natar melihat tanah tersebut.

John dan Medi pulang dari Natar, dan sampai di kantor Satuan Intelijen dan Keamanan Polresta Bandar Lampung sekitar pukul 20.00 Wib.

Jaksa penuntut umum Agus Priambodo menanyakan waktu peristiwa tersebut, apakah pada 15 April 2016.

“Saya tidak ingat hari dan tanggalnya. Yang saya tahu, itu pertengahan April,” jawab John.

BACA JUGA: Jadi Saksi Sidang Kasus Mutilasi, Ahli IT Nyatakan Sinyal Ponsel Bisa Terdeteksi

Dua saksi lainnya, yaitu Novan dan Adi, juga mengaku tidak tahu persis mengenai keberadaan Medi pada 15 April 2016.

Mereka mengaku tidak ingat, apakah di hari itu Medi berada di kantor sampai malam hari atau tidak.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help