Sholeh Bajuri Banyak Belajar dari KH Hasyim Muzadi

Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, KH Sholeh Bajuri memiliki kenangan tersendiri terhadap KH Hasyim Muzadi

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, KH Sholeh Bajuri memiliki kenangan tersendiri terhadap KH Hasyim Muzadi, mantan ketua umum PB NU yang meninggal dunia pada Kamis (16/3) pagi di Malang, Jawa Timur.

Kenangan yang tidak pernah akan dilupakan saat peristiwa lengsernya (diturunkannya) Presiden KH. Abdurahman Wahid pada tahun 2001 lalu.

Saat itu, lanjut pengasuh Ponpes Raoudatus Shalihin Desa Way Megat Kecamatan Palas itu, dirinya mengundang KH Hasyim Muzadi yang merupakan ketua PB NU untuk datang ke Lampung Selatan.

“Meski saat itu kondisi warga NU cukup tegang karena Presiden KH. Abdurahman Wahid (Gusdur) diturunkan, tapi Mbah Hasyim tetap memenuhi undangan untuk datang ke Lampung Selatan,” ujarnya KH. Sholeh Bajuri kepada tribun.

Selaku ketua PB NU saat itu, menurutnya, KH. Hasyim Muzadi bisa menenangkan warga NU untuk tidak melakukan gerakan yang justru bisa memunculkan ketidakstabilan pada bangsa. Sehingga tidak memunculkan gejolak pada warga NU.

Bagi KH. Sholeh Bajuri, sosok kiayi sepuh KH. Hasyim Muzadi menjadi salah satu tokoh penting yang membesarkan NU selain sosok Gusdur. KH Hasyim Muzadi mampu membawa NU melewati berbagai tantangan. Jalannya organisasi NU pun sangat kondusif di bawah kendali beliau.

“Mbah Hasyim sangat piawai. Ia merupakan orang organisatoris sejati. Beliau mampu membawa NU menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. Sehingga selama kepemimpinan beliau NU sangat kondusif,” ungkap KH. Sholeh Bajuri.

Menurutnya sosok KH Hasyim Muzadi sangatlah bersahaja. Pemikiran-pemikirannya pun sangat cemerlang untuk kepentingan umat. Karenanya meski diusia sepuh, beliau tetap diminta dan dipercaya menjadi anggota Watimpres.

Banyak pelajaran yang diambil oleh KH. Sholeh Bajuri dari sosok KH. Hasyim Muzadi. Khususnya dalam memimpin organisasi keagamaan terbesar di Indonesia NU. Beliau selalu mengutamakan kepentingan umat.(dedi/tribunlampung)

Tags
Jawa Timur
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help