TribunLampung/

Sebatang Kara, Mbah Siati Numpang Tidur dan Makan di Kandang Sapi Tetangganya

Kasihan saya mas, Mbah ini cari kangkung lalu jualan di pasar, dia gak ingin ngerepotin orang lain.

Sebatang Kara, Mbah Siati Numpang Tidur dan Makan di Kandang Sapi Tetangganya
KOMPAS IMAGES/AHMAD WINARNO
Mbah Siati, Warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, tinggal di dalam kandang sapi milik tetangganya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JEMBER - Mbah Siati tidur, makan dan melakukan segala aktivitasnya di dalam kandang sapi, milik tetangganya di Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, KabupatenJember, Jawa Timur. Dia tidur di dalam sebuah kamar yang dibangun seadanya di dalam kandang sapi tersebut.

Meski demikian, dia mengaku tidak pernah mengeluh dengan kondisi itu karena tidak ingin merepotkan tetangga sekitarnya.

"Nyaman neng ka' enjeh, tak merepot ka oreng (enak di sini, enggak merepotkan orang lain)," ungkap Mbah Siati.

Tak ada yang tahu persis usia Mbah Siati karena dirinya tak memiliki dokumen kependudukan. Menurut perkiraan warga sekitar, usianya sudah mencapai 85 tahun.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Mbah Siati berjualan sayur kangkung, yang dipetiknya dari sungai yang berada di belakang kandang sapi, tempat dia tinggal.

"Nyare kangkung pas e jual e pasar, gebey mele beres (Cari kangkung lalu saya jual lagi di pasar untuk buat beli beras)," tuturnya.

Mbah Siati mengaku tidak ingin merepotkan tetangga sekitarnya, meskipun sering mendapatkan bantuan dari tetangganya.

"Todus ngerepotkan tetanggeh (malu merepotkan tetangga)," ucapnya.

Sementara itu, pemilik kandang sapi, Abdur Rohim, mengaku, sebenarnya pernah meminta Mbah Siati untuk pindah ke rumahnya, namun yang bersangkutan menolak.

"Beliau tidak mau, katanya enakan tinggal di sini (kandang sapi)," ungkap Rohim. Menurut Rohim, Mbah Siati sebenarnya memiliki anak tetapi sudah meninggal dunia. "Punya anak tapi sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu," katanya.

Halaman
12
Tags
Jawa Timur
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help