TribunLampung/

Budi Yuhanda Launching Buku "Menjemput Hidayah"

Ungkapan menunggu hidayah, atau belum mendapatkan hidayah untuk berubah menjadi lebih baik, sering terdengar dalam perbincangan

Budi Yuhanda Launching Buku

Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Ungkapan menunggu hidayah, atau belum mendapatkan hidayah untuk berubah menjadi lebih baik, sering terdengar dalam perbincangan sehari-hari. Tetapi menurut politikus Partai NasDem Budi Yuhanda, hidayah itu harus dijemput. Ada banyak tanda-tanda hidayah  yang diberikan Allah SWT.

Semua dikupas anggota Komisi II DPRD Lampung ini dalam buku terbarunya yang berjudul ‘Menjemput Hidayah.’ Buku ini baru diluncurkan secara resmi, Sabtu (18/3/2017) siang, di Toko Buku Fajar Agung, Bandar Lampung.

"Buku ini menjelaskan, bagaimana mengenal suatu hidayah, jenis-jenisnya, hati sebagai pintu hidayah, ada tips juga di dalamnya. Semua dikaji dalam buku ini. Karena tujuan hidup manusia ada dua, surga atau neraka," katanya dalam launching buku ini. Sebagai orang yang beriman, kata Budi tidak ada pilihan di tengah-tengah, tapi pilihannya adalah surga atau neraka, itulah tujuan hidup.

Buku ini sendiri ia susun di sela-sela waktu luang sebagai wakil rakyat. "Pembuatan buku ini berawal dari memanfaatkan waktu luang yang positif. Sanking pentingnya,  hidayah ini lebih penting dari makan dan Hidayah ini perlu dijemput, meskipun ada juga hidayah yang diberikan secara khusus," kata Alumnus Universitas Diponegoro ini. (ben)

Tags
DPRD
Penulis: Beni Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help