TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Dua Rumah Rusak Akibat Kerusuhan di Pekon Guring Pematang Sawah

Dua rumah rusak akibat kerusuhan skala kecil antar warga di Pekon Guring, Kecamatan Pematang Sawah.

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dua rumah rusak akibat kerusuhan skala kecil antar warga di Pekon Guring, Kecamatan Pematang Sawah.

Menurut Sekretaris Kecamatan Pematang Sawa Edi Susanto, perusakan terjadi pada Jumat malam (17/3/20017) sekira pukul 23.00 Wib hingga Sabtu (18/3/2017) pukul 2.00 Wib dini hari.

Pemicu kejadian dimulai pada Jumat siang, saat itu Seti Mahmudin (19) mengecek kebun kelapa milik orangtuanya. Saat tiba di kebun, dirinya mendapati SB (16) sedang naik pohon kelapa, dan di bawahnya sudah ada buah kelapa yang dijatuhkan.

Seti meminta SB turun dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang mengambil buah kelapa tanpa izin. Keduanya pun ke rumah Kepala Pekon Guring. Saat dalam perjalanan, SB melakukan perlawanan dan melarikan diri.

Seti pun menembaknya dengan senapan angin yang biasa dibawa untuk berburu burung. "Tembakan mengenai punggung SB tapi dia terus berlari ke rumahnya. Sampainya di rumah, pihak keluarga tidak terima dan melaporkan Seti ke Polsek Pematang Sawah. Sementara Seti dan keluarganya melaporkan pencurian kelapa ke kakon. Jadi keduanya saling lapor," ujar Edi.

SB kemudian dibawa ke puskesmas Pematang Sawah lalu dirujuk ke RSUD Kota Agung. Tapi pihak RSUD beralasan tidak ada dokter jaga dan alat rontgen, sehingga diputuskan ke RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung, dengan menggunakan ambulans rumah sakit.

Lantas mobil ambulan puskesmas Pematang Sawa kembali ke puskesmas, saat itulah pihak keluarga dan teman-teman SB menanyakan kondisinya. Dijelaskan jika RSUD Kota Agung tidak bisa dan harus dirujuk ke Bandar lampung.

"Saat itulah timbul persepsi warga dan keluarga, luka yang dialami SB parah, entah siapa yang memulai timbullah pembicaraan antar warga," kata Edi.

Malam harinya warga mulai bergerak menuju kediaman Sunoto, orangtua Seti. Ketika menjelang tengah malam warga mulai anarkis dan merusak kediaman Sunoto, perusakan merembet ke rumah anak Sunoto lain yang ada di sebelahnya, yakni Legiyo.

Kedua rumah mengalami kerusakan dan kaca-kaca jendela rumah yang pecah. Sedangkan kerusakan lainnya tidak ada. Untuk kerugian meterial sampai sekarang belum bisa ditaksir. (Tri Yulianto)

Tags
Kota Agung
Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help