DPRD Pringsewu Sepakat Hapus Koperasi Tak Aktif

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pringsewu sepakat dengan rencana pemerintah untuk menghapuskan koperasi yang betul-betul tidak aktif.

Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pringsewu sepakat dengan rencana pemerintah untuk menghapuskan koperasi yang betul-betul tidak aktif. Sebab, koperasi yang demikian kerap kali menjadi kedok untuk menarik dana hibah.

Sekretaris Komisi II DPRD Pringsewu Suherman mengatakan, kebiasaan yang terjadi koperasi yang tidak aktif itu hidup kembali ketika ada dana bantuan yang akan turun. Sehingga seolah-olah menjadi kedok untuk menarik anggaran pemerintah.

"Kalau ada koperasi yang tidak aktif seperti itu dihapuskan saja, karena lebih baik menghapus koperasi yang seperti itu (tidak berjalan)," ujar Suherman, kemarin.

Dia menambahkan, pemerintah juga memiliki kewajiban membina koperasi yang ada di wilayahnya masing-masing. Sebab, Suherman nilai, tidak semua pengurus koperasi yang ada paham dengan tata kelola koperasi

Suherman membeberkan, pihaknya juga pernah mempertanyakan kepada Diskoperindag terkait kenapa koperasi tidak aktif, dan seperti apa permasalahannya sehingga vakum. Padahal, menurutnya, koperasi itu hadir sebagai penunjang perekonomian. Kunci utama tata kelola koperasi yang baik itu, ada pada orang atau individunya.

Wakil Ketua Puskopdit Cakra Utama Lampung Y Dedeo menekankan, orang atau individu yang menjalankan roda koperasi itu harus memiliki tiga hal. Yakni, harus memiliki komitmen, harus memiliki kapasitas dan harus berintegritas.

Apabila tiga hal tersebut dipenuhi, dia yakin, koperasi dapat berjalan dengan baik. Sebaliknya, kalau tiga hal ini tidak terpenuhi akan membawa dampak ke internal dan eksternal. Maka, mau tidak mau organisasi koperasi tersebut akan terpengaruh. "Potensi paling besar rusaknya koperasi adalah dari pengurusnya," ujar Dedeo.

Tags
Pringsewu
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help