TribunLampung/

Ibu Terdakwa Pemutilasi Pansor: Tidak Apa-apa Saya Dipenjara, Biar Saya yang Gantikan Medi

Pernah waktu itu saya suruh potong ayam, dia (Medi) tidak sanggup karena tidak tega apalagi motong orang.

Ibu Terdakwa Pemutilasi Pansor: Tidak Apa-apa Saya Dipenjara, Biar Saya yang Gantikan Medi
tribun lampung
Medi menghampiri Firmawati yang duduk di kursi saksi dan memeluk sang ibunda sembari menangis. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ada peristiwa menarik pada persidangan kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (20/3/2017).

Terdakwa Brigadir Medi Andika bersujud mencium kaki ibundanya pada saat persidangan.

Peristiwa ini terjadi usai Firmawati, sang ibunda, memberikan kesaksian. Medi menghampiri Firmawati yang duduk di kursi saksi dan memeluk sang ibunda sembari menangis. Medi lalu bersujud mencium kaki ibundanya.

Di dalam kesaksiannya, Firmawati memberikan keterangan yang meringankan Medi. Menurut Firmawati, pada 15 April 2016 malam, di hari tewasnya Pansor, Medi bersama dirinya di rumah Medi Perumahan Permata Biru.

Firmawati ketika itu datang dari Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan, ke rumah Medi untuk singgah menuju Bandung, Jawa Barat.

“Saya mau menghadiri acara sunatan cucu di Bandung, mampir dulu di rumah Medi,” kata dia.

Firmawati memberi kabar ke Medi pada 15 April 2016 sore, sedang menuju perjalanan ke rumah Medi.

Pada saat itu, Putri, istri Medi sempat marah ke Medi karena tidak memberitahu akan kedatangan sang mertua.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Firmawati sampai di rumah Medi dan bertemu Medi dan sang istri.

Halaman
12
Penulis: wakos reza gautama
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help