TribunLampung/

Pasutri di Pringsewu Tertimpa Reruntuhan Batu, Sang Istri Tewas dengan Patah Tulang Rusuk

Ironisnya tebing batu longsor sehingga reruntuhan dari atas yang tingginya kurang lebih tiga meter menimpa keduanya.

Pasutri  di Pringsewu Tertimpa Reruntuhan Batu, Sang Istri Tewas dengan Patah Tulang Rusuk
Tribunlampung/Didik

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU- Sutarti (47) warga Pekon Podomoro Kecamatan Pringsewu tewas tertimbun/tertimpa reruntuhan batu di halaman belakang rumahnya, Minggu (19/3) pukul 16.30 WIB.

Kepala Polsek Pringsewu Kompol Maimun Karim melalui Humas Polres Tanggamus mengatakan, Sutarti tertimpa reruntuhan batu bersama dengan suaminya, Renaldi (43). Sementara Renaldi mengalami luka-luka.

Peristiwa itu berawal dari saksi Sutino yang  mendengar suara gemuruh di lokasi tebing batu dan saksi Nano melihat ada dua orang korban tertimpa reruntuhan batu.

Kemudian, lanjut Maimun,  saksi Sutino pergi meminta bantuan warga dan bertemu dengan Suyatno.

Lalu mereka memberikan pertolongan sambil berteriak minta tolong sehingga dibantu oleh warga setempat.

"Menurut para saksi, kedua korban mencari batu dengan cara mendongkel menggunakan linggis di bawah tebing terjal," ujarnya.

Ironisnya tebing batu longsor sehingga reruntuhan dari atas yang tingginya kurang lebih tiga meter menimpa keduanya.

Atas kejadian tersebut korban  Sutarti langsung dilarikan ke RS Mitra Husada dan dinyatakan meninggal dunia sekira Pkl 18.00 WIB.

Korban meninggal  mengalami luka di bagian mata kaki sebelah kanan, luka memar paha bagian kanan, patah tulang rusuk depan.

Selanjutnya korban Reynaldi dibawa ke RSUD Pringsewu dan di rujuk ke RS Abdul Muloek  karena mengalami luka berat.

Informasi dari saksi dan dikuatkan oleh medis, ungkap Maimun, korban Sutarti  mempunyai riwayat penyakit jantung.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help