Dua Mayat Perempuan di Kalibunder

BREAKING NEWS: Polisi: Dugaan Sementara Keduanya Tewas Dibunuh

Untuk Yani, mengalami luka bacokan di kepala sebanyak 5 tempat, luka sayatan diperut. Sedangkan Supardija, ibunya mengalami luka robek.

BREAKING NEWS: Polisi: Dugaan Sementara Keduanya Tewas Dibunuh
Tribunlampung/Anung

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI UTARA - Kasat reskrim Polres Lampung Utara, Ajun Komisaris Supriyanto Husin menerangkan, Yani dan Supardija, diduga dibunuh. Hal ini melihat dari luka yang dialami keduanya.

Untuk Yani, mengalami luka bacokan di kepala sebanyak 5 tempat, luka sayatan diperut. Sedangkan Supardija, ibunya mengalami luka robek di kedua pergelangan tangan, 2 luka robek dikepala bagian belakang‎, serta luka robek dikepala bagian depan. "Kami langsung ke lokasi memeriksa tempat kejadian perkara, serta meminta keterangan saksi-saksi," beber dia.

Untuk motifnya, dirinya belum bisa menjelaskan lebih jauh, sebab pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Warga Dusun Kalibundar, Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara, digegerkan dengan ditemukannya dua orang mayat, Selasa (21/3/2017) ‎sekitar pukul 11.45 WIB.

Pasalnya, dua orang perempuan, ditemukan tewas bersimbah darah, di ladang sawah, di dusun kalibunder, Desa Kali cinta, Kotabumi Utara. Kedua mayat tersebut, diketahui bernama Yani Supriyani (35) warga Dusun 11 Kali bunder, Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara dan Supardija (54) warga dusun 11 kali Bunder, Desa Kali Cinta, Kotabumi Utara

Sutopo (42) suami Yani menerangkan, saat itu dirinya pergi ke ladang sawah yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya. Alangkah terkejutnya, ia melihat ibu mertuanya telungkup di tepi sawah. "Pas Saya lihat, lengan ibu mertua luka seperti di bacok," ucapnya seraya mengatakan ia pun mencari isterinya, yang ternyata ditemukan juga tewas di dekat ibunya.

Dirinya pun langsung histeris berteriak, meminta tolong warga. Seketika itu, warga setempat langsung berdatangan ke lokasi kejadian. (ang)

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help