TribunLampung/

Dijamin Nggak Cukup Satu Mencicipi Pancake Durian Papatoms Cafe

Thomas semakin mantap menjajakan pancake durian miliknya yang digadang menjadi pelopor pertama di Lampung.

Dijamin Nggak Cukup Satu Mencicipi Pancake Durian Papatoms Cafe
Tribunlampung/Dennish
Pancake Durian Papatoms Cafe 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dennish Prasetya

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Siapa tak suka durian? Hampir kebanyakan orang menggemari si raja buah ini. Kini, beragam olahan durian begitu menggoda untuk dicicipi, termasuk pancake durian.

Salah satu kafe di Bandar Lampung yang konsisten menyajikan beragam olahan durian adalah Papatoms Cafe. Berlokasi di Jalan Ki Maja No.11 H Way Halim, kafe yang berdiri sejak Februari 2016 ini adalah transformasi dari outlet Es Krim Goreng Krezz yang telah memiliki kurang lebih 50 cabang sejak tahun 2011. 

Kecintaannya pada dunia kuliner, membuat sang pemilik kafe, Thomas, terus berinovasi dalam menggeluti karirnya. Setelah bertahan menjajakan es krim goreng hingga pertengahan 2013, Thomas fokus memanfaatkan teras rumah untuk menjual pancake durian.

Seiring berjalannya waktu, Thomas memutuskan untuk membuat sebuah kafe yang diberi label sesuai namanya, Papatoms Cafe mulai Februari 2016.

Papatoms Cafe
Papatoms Cafe (Tribunlampung/Dennish)

“Dulu cuma di teras depan itu saja, lama-lama banyak orang yang minta untuk nambahin meja di dalam. Akhirnya kami sempat renovasi dan akhirnya kami bikin bagian indoor-nya,” ujar Thomas. Selasa (21-03-2017)

Sejak pertama kali mencicipi pancake durian saat berwisata ke Malaysia, Thomas semakin mantap menjajakan pancake durian miliknya yang digadang menjadi pelopor pertama di Lampung.

“Biasanya kami pakai durian Palembang, karena menurut saya, durian yang paling enak itu ya durian Palembang. Rasanya legit, tapi sayangnya hanya dua kali musim dalam setahun. Jadi untuk menyiasatinya, pas lagi gak musim, kami pakai durian Medan,” tambah nya

Jika Anda berkunjung ke Papatoms Cafe, Anda dapat menikmati beragam sajian durian, seperti pancake durian, sop durian mabok, ketan durian lumer, dan masih banyak lagi. Thomas sengaja membuat durian bar di dalam kafenya.

Selain itu, disajikan pula beragam kopi yang langsung diolah di coffee bar, dimana ia sendiri yang bertindak sebagai barista. ”Anda bisa mendapatkan diskon 20 persen untuk pembelian sajian durian dan kopi,” katanya.

Pancake Durian papatoms cafe
Pancake Durian papatoms cafe (Tribunlampung/Dennish)

Ia mengaku sering mengunjungi kedai kopi, namun pada umumnya kopi dijual dengan harga yang cukup mahal. Pasalnya, mesin pengolah kopi harganya cukup mahal, sehingga membuat harga secangkir kopi selangit. Namun, di kafe miliknya, ia memanfaatkan sistem manual brewing dalam penyajian kopinya.

“Kita di sini manual pengolahan kopinya. Ternyata rasanya pun sama dengan kopi yang diolah dengan mesin mahal. Karena itu, harga kopi di sini jauh lebih murah,” jelasnya.

Tak hanya menu yang komplit, dekorasi kafe ini pun menarik perhatian para pengunjung. Deretan miniatur super hero menghiasi satu sisi kafe yang buka mulai pukul 11.30-22.00 WIB ini. Pajangan kutipan kata bijak pun menghiasi dinding-dindingnya. Yang tak kalah menarik, di sudut ruangan Thomas menyediakan banyak buku yang tersusun rapih di rak.

“Ini buku-buku yang saya baca lima tahun terakhir. Sengaja ditaruh di situ supaya pengunjung bisa makan sambil baca buku,” pungkasnya.

Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help