Le, Sakit Ya, Cup Ada Ibu di Sini: Ibu dan Anaknya Ditinggal Suami Berjuang Berdua Tak Mau Ngemis

Setiap hari kerja, upahnya untuk makan berdua, yang penting halal dan ikhlas yang memberi. Saya tidak pernah minta-minta.

Le, Sakit Ya, Cup Ada Ibu di Sini: Ibu dan Anaknya Ditinggal Suami Berjuang Berdua Tak Mau Ngemis
Tribunlampung/Andre
Sri menggendong anaknya yang menderita hidrosefalus 

Laporan Reporter Tribun Lampung Andre

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Setiap orangtua mengharapkan kelahiran seorang anak dengan sehat dan normal tentunya. Namun tidak dengan Sri, warga Bekri, Lampung Tengah.

Sri melahirkan seorang anak laki-laki bernama Irwan dengan kondisi mengidap penyakit hidrosefalus pada 2013 silam.

Sri selalu membawa anaknya jika berperpergian kemana pun. Ia hanya bekerja sebagai tukang rongsok atau menjadi kuli di pasar.

"Setiap hari kerja, upahnya untuk makan berdua, yang penting halal dan ikhlas yang memberi. Saya tidak pernah minta-minta, tapi saya pilih bekerja jadi tukang rongsok atau di pasar jadi kuli, bantu pedagang pasar," ucap Sri lirih, saat diwawancara Tribun ketika menunggu kendaraan menuju Bekri, Selasa (21/3/2017).

Sri selalu mengelus kepala Irwan sambil memanggilnya dengan panggilan 'Le' (panggilan anak laki-laki orang jawa). Irwan kadang hanya mengedipkan mata dan memandang Ibunya.

Mata Sri berkaca-kaca ketika ditanya tentang suaminya. Karena selama ini, ia mengurus Irwan sendirian dengan dibantu kakak perempuannya.

Pengakuannya, suaminya berada di Kota Malang, namun tak kunjung pulang bahkan membantu ekonomi keluarga pun tidak.

"Dia pergi bukan karena tahu anaknya seperti ini, atau tidak mau pulang karena Irwan. Kirim uang juga tidak, tapi tidak masalah. Paling tidak saya selalu ada di dekat Irwan tidak meninggalkannya," ucap Sri sembari menyeka air matanya yang menetes di pipinya.

Tahun 2003, Irwan pernah dibawa ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusuma Jakarta dengan diantar kakaknya melakukan operasi pemasangan selang di tubuh Irwan.

Halaman
12
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help