TribunLampung/

Namanya Disebut dalam Kasus Suap Pajak, Fahri Hamzah Mengaku Tertawa Saja

Harusnya jika pajak saya ada masalah direktorat pajak dong yang memproses, bukannya KPK.

Namanya Disebut dalam Kasus Suap Pajak, Fahri Hamzah Mengaku Tertawa Saja
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/4/2016) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku tidak terlalu memikirkan ketika namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak. Dia juga tidak kaget namanya disebutKPK dalam kasus tersebut.

"Saya ketawa aja mendengar nama saya disebut, dari dulu kan selalu tertawa," katanya seusai menghadiri Musyawarah Wilayah VII Pemuda Pancasila Jawa Timur di Surabaya, Selasa (21/3/2017).

"Ya, begitulah kerja KPK, file nama saya akan terus disebut KPK, dengan menyuruh orang lain yang ngomong," jelasnya.

Dia menyebut KPK adalah lembaga yang anti-kritik. Kata Fahri, siapapun yang mengkritik KPK akan dicari kesalahannya, termasuk dirinya.

Dia menegaskan bahwa dia adalah pembayar pajak yang baik. Dia justru mempertanyakan urusan KPK menyebut namanya dalam masalah pembayaran pajak.

"Harusnya jika pajak saya ada masalah direktorat pajak dong yang memproses, bukannya KPK," ujarnya.

Sebelumnya, jaksa KPK dalam persidangan menunjukkan barang bukti dokumen dan percakapan melalui aplikasi WhatsApp, yang ditemukan dalam tas milik Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan yang kini menjadi terdakwa suap kasus suap pajak, Handang Soekarno.

Dalam percakapan antara Handang dan ajudan Dirjen Pajak, Andreas Setiawan terdapat nama dua Wakil Ketua DPR, Fadli Zondan Fahri Hamzah, serta pengacara Eggi Sudjana. 

Menurut jaksa, nama-nama tersebut diduga wajib pajak yang persoalan pajaknya ditangani Handang. Tujuan jaksa menunjukkan barang bukti itu karena ada dugaan wajib pajak yang ditangani oleh Handang melakukan tindak pidana perpajakan, sehingga menurut jaksa perlu dilakukan investigasi bukti permulaan.

Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help