Tren Kecantikan Kulit Pakai Darah Sendiri dan ASI, Berani Coba?

Proses Vampire Facial cenderung menakutkan karena menggunakan darah sendiri yang disuntikan kembali pada wajah untuk menghasilkan kulit antikerut.

Tren Kecantikan Kulit Pakai Darah Sendiri dan ASI, Berani Coba?
SHUTTERSTOCK / Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sejumlah tren kecantikan menawarkan berbagai khasiat, tetapi yang paling diminati adalah produk atau perawatan yang mujarab dalam menjaga kecantikan kulit agar terlihat senantiasa muda.

Salah satu perawatan kulit kontroversial, Vampire Facial, masih menjadi primadona untuk mengembalikan kulit kembali mulus dan halus.

Proses Vampire Facial cenderung menakutkan karena menggunakan darah sendiri yang disuntikan kembali pada wajah untuk menghasilkan kulit antikerut, kenyal, dan bebas lubang.

Para selebriti yang berhasil menjalani perawatan ini dan memamerkan hasil cemerlang di media sosial seolah “memberikan” lampu hijau untuk wanita lain menjalaninya, padahal di Amerika Serikat belum mengantungi izin dari FDA (Food and Drug Administration).

Selain itu, ada pula perawatan nyentrik lain yang diklaim juga berkhasiat memberikan kecantikan muda.

Korea mempopulerkan sebuah krim yang disebut-sebut mengandung ramuan sebaik Air Susu Ibu.

Eureque Muru Mor Cream yang terbuat dari bedak bayi beraroma dan ekstrak susu hewan diklaim sama dengan ASI.

Namun, sebuah krim lainnya, Mud Facial Bar, benar-benar menawarkan krim kulit yang mengandung tambahan ASI.

Kabarnya, sel-sel hidup dalam tubuh manusia merupakan jawaban untuk kebutuhan wanita yang terobsesi awet muda dan memiliki kulit tanpa kerutan.

Menurut Stephen Alain Ko, seorang pakar kimia kosmetik, tidak ada bukti konkret atau riset solid yang menyimpulkan sel-sel hidup bisa menunda penuaan lebih lama pada kulit.

Dia justru mengungkapkan bahwa efek samping dari penggunakan sel-sel hidup yang telah dikeluarkan dari tubuh untuk kembali diaplikasikan sebagai krim kulit bisa menyebabkan pertumbuhan kanker.

Ko mengingatkan bahwa ada produk bernama TNS Essential Serum tengah menghadapi tuntutan besar karena lalai meneliti adanya hubungan antara kandungan sel hidup dalam produk terhadap risiko kanker.

Penulis: Kontributor Female, Rakhma

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help