TribunLampung/

Begini Nasib Keturunan Paku Alaman I di Lampung, Kerja Serabutan Kadang Kuli Bangunan

Tak banyak yang tahu ternyata di Lampung tinggal seorang garis keturunan Paku Alaman I. dia bernama Muhammad Sutarno.

Begini Nasib Keturunan Paku Alaman I di Lampung, Kerja Serabutan Kadang Kuli Bangunan

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tak banyak yang tahu ternyata di Lampung tinggal seorang garis keturunan Paku Alaman I. dia bernama Muhammad Sutarno. Pria berusia 40 tahun ini mengaku memiliki silsilah keturunan Paku Alaman I dari garis sang ibu.

Sutarno kini menetap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Jaya Taruna, Dusun Srikaton, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.  Di rumah tersebut, Sutarno tinggal bersama ayunda Rubiati.

Sebagai keturunan raja Jawa, hidup Sutarno jauh dari gemilang harta. Ia tak memiliki pekerjaan tetap. “Saya kerja serabutan saja. Kadang jadi buruh bangunan,” ujarnya saat diwawancarai Tribun Lampung di rumahnya.

Sutarno sendiri tak menyangka bahwa dirinya memiliki darah trah Paku Alaman I. Ia baru mengetahui hal itu pada tahun 2010, beberapa bulan sebelum Sutijah, sang ibunda wafat. “Ibu memberitahu saya bahwa dirinya adalah keturunan Paku Alaman I,” tuturnya.

Sebagai bukti, Sutijah menunjukkan sebuah surat silsilah yang dicap Kerajaan Paku Alaman. Surat tersebut dibuat pada 28 November 1932. Surat tersebut masih disimpan Sutarno. Biarpun banyak yang menyangsikan, Sutarno tetap yakin surat itu asli.

Di tahun 2015 lalu, Sutarno pernah datang ke makam para raja di Imogiri, Jogjakarta. Hanya mengenakan sendal jepit dan pakaian seadanya, Sutarno dicueki ketika masuk ke makam. Ketika ia tunjukkan surat silsilah itu, para abdi dalem mengeceknya.

“Setelah mereka cocokkan surat itu dengan silsilah kerajaan ternyata benar. Para abdi dalem sana mengakui surat itu asli dan meminta maaf ke saya,” ucap duda tanpa anak ini. Sutijah merupakan anak dari RM Joyorejo. Joyorejo anak dari RM Jayengharjo.

Jayengharjo keturunan RM Wiryorejo. Wiryorejo adalah anak Aryo Suryo Miseno. “Aryo Miseno ini putra dari Haryo Notokusumo (Paku Alaman I). Haryo Notokusumo adalah anak Hamengkubuwono I,” jelas Sutarno.

Sutarno memiliki alasan kenapa tidak tinggal di kerajaan. Dahulu pada zaman penjajahan, Sutijah, masih tinggal bersama keluarganya di Jogjakarta. Ketika itu Sutijah pernah mengalami hal traumatik.

“Ibu saya melihat saudaranya ditembak oleh penjajah. Karena itu dia melarikan diri dari rumah seorang diri,” ujar Sutarno. Sutijah hidup sebatang kara dalam pelariannya. Dia selalu berpindah-pindah. Mulai dari Salatiga, Semarang, Jakarta hingga ke Medan, Sumatera Utara.

Di dalam pelariannya, Sutijah bertemu pujaan hati. Mereka menikah dan memiliki anak yang salah satunya Sutarno. Mereka pun tinggal di Batu Puru, Natar, Lampung Selatan hingga sekarang tetap berada di Natar.

Sutarno mengatakan, banyak yang meragukan dirinya adalah keturunan Paku Alaman I. Ia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Bahkan jika ada yang menggugatnya ke ranah hukum, Sutarno siap. Ia percaya bahwa dirinya adalah keturunan Paku Alaman I berdasarkan surat silsilah yang dipegang.

Tags
Natar
Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help