Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Brigadir Medi Tepuk Tangan Divonis Mati

Majelis hakim menghukum Brigadir Medi Andika dengan pidana mati. Majelis hakim menyatakan Medi terbukti melakukan tindak pembunuhan

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -  Majelis hakim menghukum Brigadir Medi Andika dengan pidana mati. Majelis hakim menyatakan Medi terbukti melakukan tindak pembunuhan berencana terhadap anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor.

“Menjatuhkan hukuman pidana mati terhadap terdakwa,” ujar hakim ketua Minanoer Rachman saat persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (17/4/2017). Putusan ini disambut tepuk tangan Umi Kalsum, istri Pansor, dan para kerabatnya.

Umi, Melisa, anak perempuan Pansor dan kerabatnya Mimi langsung berpelukan sembari menangis. Tidak hanya Umi, Medi juga terlihat tepuk tangan saat duduk di kursi pesakitan usai hakim membacakan putusan. Wajah Medi tetap terlihat tenang.

Putusan ini sama dengan tuntutan penuntut umum yang menuntut Medi dengan hukuman mati.

Di dalam putusannya, majelis hakim menyatakan tidak ada hal yang meringankan bagi Medi. “Belum pernahnya terdakwa dihukum tidak akan dipertimbangkan sebagai hal yang meringankan,” ujar hakim ketua Minanoer Rachman.

Sedangkan hal yang memberatkan, menurut Minanoer adalah Medi melakukan pembunuhan berencana dengan cara memutilasi Pansor saat dalam keadaan hidup. Medi lalu membakar dan membuang potongan tubuh secara terpisah untuk menghilangkan jejak.

Hal memberatkan lainnya yaitu Pansor adalah sahabat Medi yang ikut menopang Medi menyelesaikan jenjang pendidikan. Selanjutnya, Medi mengambil barang korban dan menggadaikan mobil korban.

“Terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya dan tidak berterus terang saat memberikan keterangan,” tutur Minanoer.

Tags
M Pansor
Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help