TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Buruh Serabutan Curi Burung Tetangga

Ismail mencuri dua unit telepon seluler dan dua ekor burung dari rumah tetangganya. “Aksinya ketahuan warga sekitar,”

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga bersama petugas Polsek Tanjungkarang Barat menangkap Ismail (34) di Jalan Imam Bonjol, Gang Kelana, Langkapura. Ismail ditangkap karena kepergok mencuri dari dalam rumah tetangganya sendiri.

Kapolsek Tanjungkarang Barat Komisaris Harto Agung Cahyono mengatakan, Ismail mencuri dua unit telepon seluler dan dua ekor burung dari rumah tetangganya. “Aksinya ketahuan warga sekitar,” ujar Harto, Kamis (20/4/2017).

Warga lalu menghubungi aparat kepolisian. Setelah itu warga bersama petugas kepolisian mengejar dan menangkap Ismail. Pada saat penangkapan itu, satu ekor burung yang digenggam Ismail lepas dan satu ekor burung lainnya mati.

Harto Agung Cahyono mengatakan, Ismail membobol rumah tetangganya pada dinihari. Ismail memang sudah mengincar rumah korban sebagai sasaran pencurian.

 Ini dikarenakan, rumah korban terbuat dari dinding geribik bambu sehingga memudahkan Ismail melancarkan aksinya. Ismail sengaja menunggu dinihari saat situasi sepi dan penghuni rumah tertidur.

“Tersangka datang memantau situasi terlebih dahulu. Setelah merasa aman, tersangka membuka penjepit dinding geribik menggunakan tangannya,” jelas Harto, Kamis (20/4/2017). Dari dalam rumah korban, Ismail menggasak dua unit telepon seluler dan dua ekor burung jenis Kenari dan Jalak.

Tak dinyana, ada warga yang melihat Ismail keluar dari rumah tersebut sambil membawa burung. Ismail sempat melarikan diri hingga akhirnya ditangkap warga bersama aparat kepolisian.

Ismail kini mendekam di balik jeruji besi Polsek Tanjungkarang Barat. Ismail berada di dalam  sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mencuri burung dan telepon genggam di rumah tetangganya.

“Saya kepepet butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ismail, Kamis (20/4/2017). Selama ini Ismail mengaku bekerja sebagai buruh serabutan sehingga tidak punya penghasilan tetap untuk menghidupi dirinya.

Ternyata ini bukan pertama kalinya Ismail berhadapan dengan hukum. Pada tahun 1999 silam, Ismail pernah hidup di penjara selama 14 bulan. Ia kembali masuk penjara di tahun 2011 gara-gara kasus penganiayaan. “Waktu itu saya kena hukum delapan bulan penjara,” ujarnya.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help