TribunLampung/
Home »

Video

(VIDEO) Kisah Hakim Jelang Vonis Mati Medi

Tak mudah menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa. Begitu pula yang dialami majelis hakim PN Tanjungkarang yang menyidangkan Medi Andika.

BANDAR LAMPUNG, TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tak mudah menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa. Begitu pula yang dialami majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang yang menyidangkan Medi Andika dalam kasus pembunuhan berencana terhadap anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor.

Hakim Ketua Minanoer Rachman bahkan sampai gemetar saat memasuki ruang sidang yang beragendakan pembacaan putusan Medi, Senin (17/4) lalu. "Jujur, tubuh saya gemetar ketika hendak membacakan putusan vonis pidana hukuman mati itu," kata Minanoer saat diwawancara Tribun di kantornya, Rabu (19/4).

Mantan Ketua Pengadilan Negeri Tuban, Jawa Timur, itu mengaku baru kali ini menjatuhkan vonis mati terhadap terdakwa. "Selama 20 tahun lebih menjadi hakim, ini pengalaman pertama saya," ujarnya.

Minanoer pun mengisahkan beberapa momen di balik musyawarah majelis hakim. Tiga hari sebelum sidang, atau Jumat (14/7), Minanoer bersama Yus Enidar dan Mansyur sudah memberi sinyal untuk menjatuhkan vonis mati terhadap Medi.(mg4)

APA CERITA MENARIK DI BALIK VONIS MATI TERHADAP MEDI?

BACA LAPORAN SINGLE FOCUS DI HALAMAN 1 KORAN TRIBUN LAMPUNG EDISI KAMIS, 20 APRIL 2017.

Editor: juang_naibaho
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help