Terbukti Korupsi, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Divonis 2 Tahun Penjara

Terdakwa dianggap bersalah karena tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar saat menjabat Dirut PT PWU.

Terbukti Korupsi, Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan Divonis 2 Tahun Penjara
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Mantan Dirut PLN Dahlan Iskan (kiri) didampingi kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra (kanan) keluar dari Ruang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jakarta usai menjalani pemeriksaan oleh Kejati Jakarta, Selasa (16/6/2015). Dahlan dijadikan tersangka oleh Kejati Jakarta terkait kasus dugaan korupsi pengadaan gardu induk PLN Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SURABAYA - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskandivonis 2 tahun penjara oleh Majelis hakim yang diketuai Taksin SH di Pengadilan Tipikor atas pelepasan aset PT Panca Wira Usaha(PWU), Jumat (21/4/2017).

Hakim Taksin menyatakan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan subsider.

Terdakwa dianggap bersalah karena tidak melaksanakan tugas dan fungsinya secara benar saat menjabat Dirut PT PWU hingga akhirnya aset yang dijual dibawah NJOP.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun, denda Rp 100 Juta, subsider 2 bulan," tandas hakim Taksin.

Meski diganjar hukuman 2 tahun, Dahlan tetap berstatus tahanan kota.

Dituntut 6 Tahun 

Di Persidangan sebelumnya, Dahlan dituntut 6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Trimo SH Cs di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (7/4/2017).

Tuntutan setebal 365 halaman itu dibaca secara bergantian oleh 6 JPU.

Inti dari tuntutan, terdakwa Dahlan dinilai terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Pembarantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menuntut terdakwa dengan pidana enam tahun penjara," tutur jaksa Trimo.

Halaman
12
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help