TribunLampung/

Usai Demo, Buruh Diajak Potong Tumpeng

Jangan pulang dulu, kita potong tumpeng dulu dan berdoa agar kehidupan buruh semakin sejahtera.

Usai Demo, Buruh Diajak Potong Tumpeng
Demo buruh di Surabaya ditutup dengan pemotongan tumpeng nasi kuning(KOMPAS.com/Achmad Faizal) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SURABAYA - Demonstrasi buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya berakhir tertib, Senin (1/5/2017) sore.

Sebelum para demonstran pulang, Gubernur Jawa Timur Soekarwomengajak para buruh untuk memotong tumpeng nasi kuning.

"Jangan pulang dulu, kita potong tumpeng dulu dan berdoa agar kehidupan buruh semakin sejahtera di Jawa Timur," kata Soekarwo.

Ada beberapa tumpeng berukuran besar yang disediakan di atas panggung orasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan.

Usai membaca doa, tumpeng-tumpeng itu pun diberikan kepada ribuan buruh dari berbagai elemen yang menggelar demonstrasi menyambut Hari Buruh.

Dalam demonstrasi itu, buruh menyodorkan beberapa poin tuntutan yang diminta untuk dipenuhi oleh Gubernur Jawa Timur.

Tuntutan itu di antaranya agar Gubernur Jawa Timur mendesak Bupati Gresik dan Mojokerto untuk segera mengusulkan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) karena hanya dua daerah ini yang belum mengusulkan UMSK.

Gubernur Jawa Timur juga didesak mengurangi disparitas upah antara buruh di ring satu di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto, dengan daerah sekitarnya.

"Kami juga minta pengusaha nakal yang belum menetapkan upah minimum segera ditindak. Begitu juga penangguhan upah minimum yang selama ini tidak ada batasan waktunya, kami minta aturannya direvisi," kata Jazuli, perwakilan buruh.

(Baca juga: Buruh di Aceh Tuntut UMP 2018 Jadi Rp 3,15 Juta )

Atas tuntutan itu, Soekarwo berjanji segera membahasnya dengan instansi terkait.

"Kami mohon waktu untuk membahasnya, karena pemerintahan bukan seperti paguyuban, hari ini diminta, hari ini disetujui," kata dia.

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal

Tags
Jawa Timur
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help