TribunLampung/

Bahaya Memberi Es Krim Pada Bayi di Bawah 1 tahun

Ibu mungkin tidak bisa mengendalikan dorongan untuk memperkenalkan bayi Ibu pada segala rasa.

Bahaya Memberi Es Krim Pada Bayi di Bawah 1 tahun
Nakita
Bahaya memberi es krim pada bayi di bawah 1 tahun 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Menginjak usia enam bulan, bayi sudah mulai diperkenalkan dengan berbagai makanan padat pengganti ASI. Ini biasanya bertepatan saat bayi mulai tumbuh gigi pertamanya. Beralih ke makanan baru akan memberinya seluruh vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang sehat.

Ibu mungkin tidak bisa mengendalikan dorongan untuk memperkenalkan bayi Ibu pada segala rasa, terutama makanan yang paling Anda sukai. Dan jika Anda seorang penggemar berat es krim, Anda pasti tergoda untuk memperkenalkan surga rasa ini pada buah hati. Eits, sabar Bu. Si kecil mungkin mirip soal selera dengan Ibu, tapi sistem organnya belum siap. 

Apakah Aman Memberikan Bayi Es Krim Sesekali?

Tidak dianjurkan untuk memperkenalkan bayi pada es krim sebelum ulang tahunnya yang pertama. Tapi Ibu tidak perlu cemas jika si kecil menjilat dari corong es krim abangnya. Namun, sebaiknya peringatkan si abang agar jangan memberi adiknya es krim meskipun sedikit. Karena begitu si kecil merasakan dan membaui desert ini, ia akan menuntut kapan pun orang dewasa menikmati es krim di dekatnya. Jangan pernah meremehkannya. 

Mengapa Es Krim Tidak Aman untuk Anak di Bawah Satu Tahun?

Ada beberapa alasan yang membuat es krim tidak aman bagi anak-anak yang belum merayakan ulang tahun pertamanya, di antaranya:

Es krim mengandung gula dan lemak: Gula dan lemak tidak dianjurkan untuk bayi terutama sebelum berusia 1 tahun. Hasrat besar untuk mencicipi makanan manis berkembang pesat pada usia dini jika ia diperkenalkan dengan es krim.
Es krim rendah nutrisi: Es krim mengandung rendah nutrisi dan umumnya memiliki kadar energi tinggi, sehingga mengkonsumsinya akan mempengaruhi napsu makan anak dan anak akan menolak asupan kaya gizi lainnya.
Aditif: Aditif dan zat pewarna yang terkandung dalam es krim dapat mengundang reaksi alergi dan masalah kesehatan pada bayi.
Beberapa es krim mengandung kacang-kacangan atau bahan yang terbuat dari kacang-kacangan: Jika bayi memiliki kondisi alergi seperti eksim atau anggota keluarga (saudara kandung, ayah, ibu, kakek-nenek, paman atau bibi) memiliki alergi kacang-kacangan. Bukan keputusan yang bijak jika memberinya es krim yang mengandung kacang atau bahan yang terbuat dari kacang.
Kandungan telur: Beberapa es krim mengandung telur sebagai bahan utama. Putih telur mengandung empat protein yang dapat menyebabkan rentang alergi mulai dari yang ringan hingga berat pada bayi di bawah usia 12 bulan.
Es krim adalah produk susu harian: Es krim biasanya terbuat dari krim atau susu secara keseluruhan. Bahkan jika dipasteurisasi untuk menghilangkan bakteri, kelalaian dalam menyimpan es krim bisa menimbulkan reaksi pada bayi. Ini bisa jadi karena:
Pemberian produk susu utuh untuk bayi di bawah 12 bulan tidak disarankan, karena seluruh produk susu tidak dapat sepenuhnya dicerna oleh bayi di bawah 12 bulan.
Ginjal bayi yang belum matang tidak dapat menangani konsentrasi tinggi protein dan mineral yang ada dalam susu.
Pada beberapa bayi, protein yang ada di dalam keseluruhan produk susu ditemukan mengiritasi lapisan sistem pencernaan yang menyebabkan darah pada tinja.
Es krim yang dijual keliling: Es krim yang dibuat dan dijual keliling di pinggir jalan sama sekali tidak dianjurkan meski anak sudah cukup umur untuk makan es krim. Ibu juga tidak bisa memastikan tingkat keamanan dan keselamatan bayi jika coba-coba memberinya es krim ini, beberapa alasan di antaranya:
Hindari memberikan anak es krim dari mesin. Es krim yang diolah dari mesin bisa terkontaminasi oleh Listeria, sejenis bakteri yang ada di dalam makanan yang terkontaminasi yang memproduksi racun makanan jika tabung pada mesin tidak dijaga kebersihannya dengan sempurna.
Es krim yang dibuat dan dijual keliling mungkin mengandung bakteri karena kondisinya tidak higienis, di mana mereka membuat es krim atau kualitas air dan bahan yang buruk, terutama pewarna dan pengawet kelas rendah yang digunakan. Hal ini bisa menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan bisa berbahaya.
Es krim yang disimpan ke dalam truk berjalan mungkin tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang tepat. Ini akan menghasilkan bakteri berbahaya dalam es krim.

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help