TribunLampung/

Muncikari Ini Tawarkan PSK Berstatus Mahasiswi Lewat Twitter, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Klien yang sudah menghubungi akun tersebut akan mendapat kiriman pin BlackBerry Messenger dari NYD.

Muncikari Ini Tawarkan PSK Berstatus Mahasiswi Lewat Twitter, Tarifnya Rp 1,5 Juta
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEMARANG - Sindikat prostitusi online (daring) di Semarang yang melibatkan sejumlah mahasiswi, terungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng.

Seorang muncikari berinisial NYD dan anak buahnya TR, diamankan polisi dari sebuah hotel di Jalan Diponegoro, Kota Semarang.

NYD mengoperasikan 15 akun aktif di Twitter, yang masing-masing menjadi sarana mempromosikan pekerja seks komersial (PSK) ke pelanggannya.

Menurut keterangan polisi, NYD juga memiliki 50 followers yang diduga sebagai pelaku prostitusi.

Wanita yang menjual jasa melalui akun Twitter NYD rata-rata mahasiswi.

Cukup mudah memesannya, tinggal masuk ke akun Twitter yang dioperasikan NYD.

Memang, tak semua orang bisa karena akun itu bersifat privat, dan tertutup bagi publik.

Klien yang sudah menghubungi akun tersebut akan mendapat kiriman pin BlackBerry Messenger dari NYD.

Dari pin tersebut, pelanggan lalu menghubungi NYD.

Polisi yang menyamar sebagai pelanggan lalu janjian di suatu tempat dengan NYD, setelah mendapatkan pin BlackBerry Messenger.

Ongkos untuk kencan singkat Rp 1,5 juta.

"Si cewek rata-rata mendapat Rp 1 juta bersih. Muncikari mendapat Rp 300 hingga Rp 400 ribu," terang Direktur Reskrimsus Polda Jateng Komisaris Besar Lukas Akbar Abriari.

Pelaku dijerat Pasal 30 juncto Pasal 4 ayat 2 huruf d UU Pornografi, dengan ancaman hukuman minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun, serta denda Rp 250 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

NYD juga dijerat Pasal 45 ayat 1 juncto Pasal 27 ayat 1 UU Informasi Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Sementara, TR berstatus saksi dalam kasus itu.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help