TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) 5 Penghambat Perkembangan Jasa Keuangan Syariah Menurut Asbisindo

Dalam perkembangannya, jasa keuangan syariah masih berhadapan pada beberapa tantangan.

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dalam perkembangannya, jasa keuangan syariah masih berhadapan pada beberapa tantangan.

Hal yang paling utama adalah kondisi bahwa pemahaman masyarakat akan perbankan, terlebih perbankan syariah, masih kurang.

Sehingga, tantangannya menjadi dua kali lipat untuk dihadapi.

Group Head Human Capital Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Andang Lukitomo menjelaskan, faktor tersebut dua kali lebih berat dihadapi jasa keuangan syariah, dibanding keuangan konvensional.

Karena itu, penetrasi perbankan syariah pun masih rendah.

"Kemudian, jangkauan pelayanan perbankan syariah yang masih kecil. Dari jumlah 2.483 outlet saat ini, berkurang menjadi 2.201 outlet. Kemudian juga dari permodalan, sampai saat ini, hanya Bank Syariah Mandiri dengan perolehan di atas Rp 5 triliun, yang berada di buku tiga. Dari sisi operasionalnya, sudah bisa memberikan layanan, yang memang seharusnya diberikan oleh bank syariah," jelasnya, dalam talkshow di Festival Lampung Syariah (FLASH) 2017 di Mal Boemi Kedaton, Selasa (16/5/2017).

Kemudian, usia bank yang masih muda, secara tidak langsung, membuat ongkos operasional menjadi besar.

Dengan kondisi tersebut, jumlah sumber daya manusia yang ada terhitung kecil.

Sehingga, penyerapan tenaga kerja masih terbatas.

"Cari pegawai yang kompeten dengan ilmu syariah, juga sulitnya luar biasa. Meskipun, sudah banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan untuk ekonomi syariah," imbuh Andang.

Pada dasarnya, Andang melanjutkan, perbankan syariah memiliki potensi tinggi untuk bertumbuh.

Sebab, mayoritas masyarakat adalah muslim, dan paling banyak jumlahnya berasal dari usia produktif.

Mereka bisa menjadi tumpuan pertumbuhan perbankan syariah, dengan menjadi pelaku industri syariah maupun sebagai enterpreneur syariah.

"Kalau bukan orang islam yang membangun industri syariah, siapa lagi? Setengah saja tabungan yang kita miliki dipindahkan dari konvensional ke syariah, maka pangsa pasar 10% pasti akan bisa ditembus. Selama ini kan, kita masih terperangkap di pangsa pasar 5%, tentunya support government juga dibutuhkan dalam pertumbuhan perbankan syariah ini," jelas Andang.

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help