TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Broncaptering Benar-benar Masih Asli Belanda

"Karena di sini ada potensi air yang cukup besar mata air maka dibuatlah bangun yang namanya broncaptering tersebut"

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kabag Produksi PDAM Way Rilau, H. Adnan Heri, ST, mengisahkan bahwa bangunan tersebut merupakan penangkap air dari mata air yang istilah teknisnya disebut broncaptering dibangun oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1920 sebanyak dua bangunan.

"Karena di sini ada potensi air yang cukup besar mata air maka dibuatlah bangun yang namanya broncaptering tersebut. Jadi potensi air tersebut dari mata air mampu dikomersilkan dan setiap bangunan mampu menampung 35 liter/detik," paparnya, Selasa (16/5/2017).

Sementara Kabag Humas dan Langganan PDAM Way Rilau, Hikmarwadi mengatakan, bangunan penangkap air tersebut menampung air dan dialirkan ke reservoar Gedong Air untuk nantinya disalurkan ke pelanggan pada waktu itu namun mulai tahun 2010 sudah diganti dengan sumur bor.

Bangunan yang dibuat sejak tahun 1920 tersebut pun sampai sekarang masih terlihat berdiri kokoh dan belum ada pemugaran bangunan sampai sekarang.

"Jadi bangunan ini benar-benar masih aslinya dan saat ini tidak difungsikan lagi karena mata airnya tidak ada lagi kemungkinan karena pengaruh bangunan-bangunan di atasnya dan juga banyak masyarakat yang sudah pakai sumur bor di lingkungan sini," tukasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help