TribunLampung/

Sengketa Lahan, 1.107 Mahasiswa IAI Agus Salim Metro Terancam Tak Bisa Lanjutkan Pendidikan

Sebanyak 1.107 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim, dan 200 siswa SMP Islam Metro terancam berhenti melanjutkan pendidikan.

Sengketa Lahan, 1.107 Mahasiswa IAI Agus Salim Metro Terancam Tak Bisa Lanjutkan Pendidikan
TRIBUN LAMPUNG/Indra Simanjuntak
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo bersama Kiai Hasyim Muzadi selepas temu kiai se-Lampung di STIT Agus Salim Metro, Kamis (26/5/2016). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Sebanyak 1.107 mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim, dan 200 siswa SMP Islam Metro terancam berhenti melanjutkan pendidikan.

Hal itu karena Pemkot Metro secara resmi telah meminta dua institusi pendidikan, yang berlokasi di Jalan Brigjend Sutiyoso tersebut, segera meninggalkan lahan yang mereka tempati saat ini. 

Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Lampung, yang menanungi IAI Agus Salim dan SMP Islam Metro, mengadukan hal tersebut ke DPRD Metro, Rabu (17/5/2017).

"Tiga kali surat dikirim. Dari April dan terakhir Mei tanggal 5, kami ketemu dengan Pak Supriyadi dari bagian aset. Beliau menyampaikan tidak ada MoU dengan pemerintahan sekarang, dan kami diminta pergi selambat-lambatnya enam bulan sejak kiriman surat," ujar Ketua I IAI Agus Salim, Kusnul Fatarip.

Kusnul menjelaskan, lokasi tersebut sudah dipergunakan untuk sekolah sejak 1963.

Surat dari wedana (Metro sebelum memisahkan diri), Kusnul mengatakan, memberikan lahan kepada YPI sejak 1956 untuk digunakan.

Pun demikian, saat sertifikat tanah keluar atas nama pemkot tahun 2003. 

"Sertifkat itu menyebutkan, jika lokasi boleh digunakan oleh YPI selama itu diperlukan. Cuma karena pada 2012 kami mendirikan STIP yang kini menjadi IAI, itu ada syarat harus berdiri di atas tanah milik pribadi atau menyewa. Maka, keluarlah MoU itu. Kami sewa dengan pemkot," ujarnya.

Dalam klausul MoU disebutkan, Kusnul menerangkan, jika suatu saat tanah dan bangunan digunakan Pemkot Metro, YPI akan mendapat ganti bangunan dan fasilitas yang setara.

Halaman
12
Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help