TribunLampung/

Kemen PUPR Imbau Masyarakat Hati-hati Terhadap Tawaran Rumah Bersubsidi, Ini Alasannya

"Masyarakat itu didatangi orang yang menawari rumah murah, dimintai uang muka, tapi tidak dapat rumahnya," ujar Budi, di kantor Kementerian PUPR

Kemen PUPR Imbau Masyarakat Hati-hati Terhadap Tawaran Rumah Bersubsidi, Ini Alasannya
Tribun Jabar
Deretan rumah siap huni dengan konsep minimalis siap dipasarkan di kawasan Kampung Patrol, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (27/9/2016). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - ‎Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ‎mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap tawaran bodong, untuk rumah bersubsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP)‎.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR, Budi Hartono mengatakan, ada laporan dari Ombudsman Yogyakarta yang menyatakan, beberapa warga terkena tipu dari pihak yang menawarkan rumah bersubsidi.

"Masyarakat itu didatangi orang yang menawari rumah murah, dimintai uang muka, tapi tidak dapat rumahnya," ujar Budi, di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Menurut Budi, tindakan penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, sampai membawa korbannya ke lokasi rumah bersubsidi yang akan dibangun oleh pemerintah, agar korbannya percaya.

"Mereka itu dibawa ke lahan rumah LFPP, dan penipuan ini akan kami tindak lanjuti, dan kami akan sosialisasi terus ke masyarakat agar tidak tertipu," tutur Budi.

‎Selain persoalan penipuan tersebut, Budi juga menyayangkan tindakan pengembang yang mengurangi kualitas bangunan rumah, dan tidak membangun sarana serta prasarana di lingkungan rumah bersubsidi.

‎"Kami banyak jumpai kualitas rumah itu kurang, layak huni juga itu tentunya ada sarana dan prasarana yang lengkap, seperti listrik, air," ucapnya.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help