TribunLampung/

Tutup 4 Lokalisasi, Wakil Bupati Tegal Mengaku Dapat Ancaman dari Para Muncikari

Pemkab Tegal bekerja sama dengan Kementerian Sosial menutup empat lokalisasi di dua kecamatan, Kramat dan Suradadi, Jumat (19/5/2017) sore.

Tutup 4 Lokalisasi, Wakil Bupati Tegal Mengaku Dapat Ancaman dari Para Muncikari
independent.co.uk
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SLAWI - Menjelang penutupan empat lokalisasi di pantai utara Kabupaten Tegal, ancaman datang dari para muncikari.

Mereka tidak terima tempat usaha mereka itu ditutup pemerintah setempat.

"Saya dan sejumlah teman sempat mendapatkan ancaman. Tapi sebelumnya, sudah sering ancaman dilayangkan kepada kami," kata Wakil Bupati Tegal Umi Azizah.

Pemkab Tegal bekerja sama dengan Kementerian Sosial menutup empat lokalisasi di dua kecamatan, Kramat dan Suradadi, Jumat (19/5/2017) sore.

Tiga di antaranya berada di Kramat, yaitu Turunan di Desa Maribaya, Gang Sempit di Desa Kramat, dan Wandan di Desa Munjungagung.

Kemudian, Peleman di Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi.

Jumlah pekerja seks komersial (PSK) di Peleman sebanyak 208 orang, Wandan 113 orang, Gang Sempit 49 orang, dan Turunan 54 orang.

Mereka mendapat bantuan berupa alat masak atau alat penunjang wirausaha, serta bantuan uang Rp 5,5 juta per orang.

Setelah menyerahkan secara simbolis bantuan untuk eks penghuni, Umi Azizah mengecek ke Peleman.

Dia memeriksa pintu rumah yang sudah digembok penghuninya.

Halaman
12
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help