TribunLampung/

Tutup 4 Lokalisasi, Wakil Bupati Tegal Mengaku Dapat Ancaman dari Para Muncikari

Pemkab Tegal bekerja sama dengan Kementerian Sosial menutup empat lokalisasi di dua kecamatan, Kramat dan Suradadi, Jumat (19/5/2017) sore.

Tutup 4 Lokalisasi, Wakil Bupati Tegal Mengaku Dapat Ancaman dari Para Muncikari
independent.co.uk
Ilustrasi. 

Sebagian besar, bangunan rumah dan penginapan sudah digembok dari luar.

Namun, beberapa warung masih terbuka.

Sejumlah penghuni juga tampak duduk di luar.

Seorang eks penghuni lokalisasi Peleman mengaku senang karena menerima bantuan.

Ia berjanji akan mengubah hidup yang lebih baik.

"Tidak mau lagi (jadi PSK). Setelah ini, saya mau pulang dan membuka usaha dengan modal bantuan pemerintah," ujar warga Cilacap itu.

Kepala Dinas Sosial, Nurhayati mengatakan, hanya 110 dari total 424 PSK yang mau menerima bantuan.

Sisanya sedang diupayakan.

"Dalam melakukan pendekatan, kami melakukannya secara humanis, tidak memaksa," ucap Nurhayati.

Supaya tempat prostitusi itu tidak "hidup" lagi, aparat keamanan dari Polri dan TNI serta Satpol PP akan membangun posko di pintu masuk lokalisasi.

"Ada penjaga yang terus bersiaga hingga Desember 2017. Tujuannya mencegah kegiatan prostitusi bergeliat kembali," tandasnya.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help