TribunLampung/

Bocah Delapan Tahun Ini Ketagihan Sabu-sabu, Beli dari Uang Mengamen

“Kita akan berkoordinasi dengan BNN. Sudah dua kali kami mendapat anjal yang terbukti mengonsumsi narkoba,” ujarnya.

Bocah Delapan Tahun Ini Ketagihan Sabu-sabu, Beli dari Uang Mengamen
(Gusti Nara / KOMPAS.com)
Satpol PP Kota Samarinda, Kaltim, mengamankan 5 anak jalanan yang tidur di bawah kolong jembatan baru. diantaranya, ada yang terbukti mengonsumsi narkoba, Selasa (30/5/2017) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SAMARINDA - Kerap mengadakan pesta sabu bersama-sama, AR, bocah 8 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota samarinda bersama 4 orang rekannya, Selasa (30/5/2017).

Kelimanya merupakan anak jalanan yang tinggal di bawah kolong jembatan yang menghubungkan Jalan Agus Salim dan Jalan Gatot Subroto Samarinda.

Kasi Pengamanan dan Operasional Satpol PP Kota Samarinda, M Teguh Setya mengatakan, pihaknya kerap mendapat laporan bahwa di bawah jembatan tersebut menjadi tempat tinggal anak-anak jalanan. Bahkan banyak warga yang melihat, anak-anak di sana melakukan pesta narkoba.

“Sudah banyak laporan dan memang sudah sering kami datangi. Tapi mereka tetap kembali,” katanya, Rabu (31/5/2017).

Menurut dia, dari lima orang yang tertangkap, ada yang terbukti positif menggunakan narkoba. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda untuk menangani anak jalanan tersebut.

“Kita akan berkoordinasi dengan BNN. Sudah dua kali kami mendapat anjal yang terbukti mengonsumsi narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, kepada wartawan, AR mengaku bahwa sebelumnya dia hanya coba-coba. Lantaran ditawari teman, AR kemudian menjadi ketagihan dan terus berusaha mendapatkan sabu dengan cara mengamen untuk menghasilkan uang.

“Ngamen di jalan, kalau dapat 100 ribu rupiah bisa beli sabu. Nanti sisanya bisa buat beli makan,” ujarnya polos.

Bocah 8 tahun itu merupakan anak putus sekolah. Meski keluarganya masih berada di Samarinda, namun dia tetap pada pendiriannya tidak ingin pulang ke rumah. Dia memilih hidup di jalanan dan dijadikan tulang punggung oleh teman-temannya untuk mencari uang.

“Kalau ngamen bisa dapat banyak, nanti hasilnya beli makan sama-sama,” pungkasnya.

Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help