TribunLampung/

Kangen Jogja untuk Menyusuri Malioboro?

Sekarang sebulan tiga kali, kalau dulu males ya karena ramai. Belum lagi macet...

Kangen Jogja untuk Menyusuri Malioboro?
Malioboro, kawasan yang selalu menjadi magnet bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kondisi salah satu ikon Kota Yogyakarta itu sudah berubah. (KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S) 

TRIBUNLMAPUNG.CO.ID, YOGYAKARTA - Bagi para pengunjung atau pemudik yang pulang kampung ke Yogyakarta, tak lengkap rasanya jika tak mampir ke Malioboro, salah satu ikon Kota Gudeg ini.

Malioboro selalu menjadi magnet bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kini, kondisi salah satu ikon Kota Yogyakarta itu sudah berubah.

Tak ada lagi sepeda motor yang parkir di sebelah timur Jalan Maliboro seperti beberapa tahun silam. Kini pejalan kaki bisa dengan leluasa melangkah di Jalan Malioboro setelah jalur pedestrian diperlebar.

Jalur pedestrian itu pun dilengkapi jalur khusus penyandang disabilitas. Di sepanjang jalur pedestrian itu juga disediakan tempat duduk bagi para wisatawan. Tempat duduk itu terbuat dari kayu dan batu. Pernak-pernik unik seperti pohon dan lampu hias mempercantik kawasanMalioboro.

Seorang pedestrian, Chika Floriska (20), mengatakan, saat ini tak ada ruginya jika berkunjung ke Malioboro. Sebab, ia yang menjadi pejalan kaki itu serasa dimanjakan dengan adanya jalur khusus pedestrian. Warga Jalan Jetis Pakel baru, Kecamatan Umbulharjo, itu merasa bangga jika swafoto dengan latar belakang Malioboro saat ini.

"Dari segi kenyamanan jelas lebih nyaman sekarang. Kalau dulu semrawut karena ada parkir motor," kata Cikha di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Sabtu (3/6/2017).

Chika pun mengaku lebih sering ke kawasanMalioboro untuk menikmati suasana pusat Kota Yogyakarta itu. Terkadang, dia pergi dengan keluarga atau teman kuliahnya yang belum pernah berkunjung ke Malioboro. 

"Sekarang sebulan tiga kali, kalau dulu males ya karena ramai. Belum lagi macet," ujar Chika.

Malioboro, kawasan yang selalu menjadi magnet bagi mereka yang berkunjung ke Yogyakarta. Kondisi salah satu ikon Kota Yogyakarta itu sudah berubah. (KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S)
(KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S)

Meski memiliki wajah baru, jalur khusus pejalan kaki itu baru sampai di depan Pasar Bringharjo.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY masih merevitalisasi jalur pedestrian di depan Museum Benteng Vredeburg, Sultan Agung, sampai titik nol.

Halaman
12
Tags
Yogyakarta
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help