TribunLampung/

Derita Stroke, Kakek 81 Tahun Tetap Ikuti Ujian untuk Dapat Ijazah SMA

Tahun Sebelumnya, ia sudah mencoba mengikuti ujian untuk mendapatkan ijazah SMA.

Derita Stroke, Kakek 81 Tahun Tetap Ikuti Ujian untuk Dapat Ijazah SMA
Reuters
Kakek 81 tahun ini tak lelah berjuang mendapatkan ijazahnya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Tidak ada kata terlambat untuk belajar, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Abdel-Qader Abu Ajameyah, seorang kakek berusia 81 tahun, yang sedang berjuang untuk mendapatkan ijazah SMA.

Abdel-Qader merupakan pensiunan penjual makanan yang berasal dari Hebron, West Bank.

Tahun Sebelumnya, ia sudah mencoba mengikuti ujian untuk mendapatkan ijazah SMA.

Sayangnya, ia gagal.

Jadi tahun ini, ia mencoba untuk yang kedua kalinya.

Ayah dari 14 anak itu menghabiskan lima jam sehari untuk berkonsentrasi dan belajar, walaupun selalu saja ada gangguan dari 36 cucu-cucunya yang mengajaknya bermain.

“Aku menyukai pendidikan,” Ujar Abdel-Qader dengan bangga. “Tidak ada batas untuk seseorang belajar, belajar tidak berhenti pada umur tertentu. Aku ingin menjadi contoh untuk generasi berikutnya, untuk tidak pernah berhenti belajar.”

Abdel-Qader melaksanakan ujiannya di sebuah ruangan khusus untuknya di sekolah lokal.

Karena stroke yang menyerangnya baru-baru ini membatasi pergerakan tangannya, yang membuatnya sulit menulis, ia mendiktekan jawabannya pada seorang perempuan, yang bertugas membantunya mengisi lembar jawaban.

Niat baik Abdel-Qader untuk menyelesaikan pendidikannya juga mendapat dukungan dari keluarganya, terutama dari istrinya yang senantiasa mengalihkan perhatian cucu-cucunya, agar tidak mengganggu sang kakek yang sedang belajar.

Halaman
12
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help