TribunLampung/

Apa Penyebab Anak Jarang Cerita ke Orangtua?

Baik itu tentang aktivitas sekolah/kampus atau pun hal remeh temeh tentang kesehariannya?

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepada Yth Psikolog. Apa penyebabnya anak sulung saya (kuliah semester satu) jarang sekali cerita-cerita. Baik itu tentang aktivitas sekolah/kampus atau pun hal remeh temeh tentang kesehariannya?

Kalau ditanya dia cenderung menjawab pendek dan normatif. Apa dia tidak ingin cerita ke orangtuanya? Terima kasih atas penjelasannya.

Pengirim: +6281279845xxx

Ciptakan Waktu Mengobrol Secara Khusus

Kami jelaskan bahwa ketika seorang anak tumbuh dewasa banyak yang menjadi lebih tertutup dan lebih pendiam serta mulai menjauh dari keluarganya. Mereka mulai mengenal dunia luar dan keluarga tidak lagi menjadi faktor utama dan prioritas dalam hidup anak.

Untuk itu komunikasi yang baik akan menjadi kunci utama sehingga anak dapat menceritakan aktivitasnya bersama temannya dengan terbuka sehingga anak mampu memahami rambu-rambu yang diterapkan dan mampu menguatkan hubungan emosionalnya dengan ortu.

Hal-hal yang bisa dilakukan orangtua adalah:

1. Ajaklah anak duduk berdampingan dan ngobrol dengan hangat tentang sesuatu hal yang menarik saat ini. Jangan hakimi tentang pandangannya pada sesuatu hal namun ajaklah anak untuk berpikir logis sehingga anak mengerti bahwa berbeda bukanlah hal yang buruk,
2. Ciptakan waktu ngobrol secara khusus misalnya waktu sarapan atau makan malam untuk mendekatkan hubungan emosional.

Retno Riani MPSi
Psikolog

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help