TribunLampung/

Bahaya Garam Bagi Penderita Hipertensi

Salah satu dampak negatif asupan garam yang berlebih adalah meningkatnya resiko untuk menderita hipertensi.

Bahaya Garam Bagi Penderita Hipertensi
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Garam dapur adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl) yang dihasilkan oleh air laut. Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal yang dikenal sebagai batu garam atau halite.
Tubuh manusia membutuhkan asupan natrium yang dipenuhi melalui konsumsi garam.

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda terhadap asupan garam per harinya, bergantung pada usia, riwayat penyakit tertentu, atau kondisi tubuh. Tubuh tetap membutuhkan garam namun tidak berlebihan, yakni sekitar 500 mg garam per hari

Berikut kandungan mineral yang terdapat dalam garam yang biasa kita konsumsi sehari-hari : Yodium, Phospor, Cobalt, Kalsium, Kalium, Zinc atau Seng, Sulfur atau Belerang, Chlor, Magnesium, Mangan, Tembaga, Natrium, dan Flour

Manfaat Garam Untuk Kesehatan Tubuh

Garam memiliki kandungan utama iodium untuk mencegah berbagai penyakit seperti gondok. Garam sangat bagus untuk pencegahan penyakit gondok terutama untuk anak-anak di bawah umur.
Selain itu, garam juga mengandung Ion natrium klorida dibutuhkan oleh tubuh. Garam yang dibutuhkan dengan jumlah kecil, untuk mengatur kandungan air di dalamnya. Natrium tidak hanya dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, tetapi juga untuk membantu dalam transmisi impuls saraf ke otak.

Natrium, juga berperan dalam kontraksi dan relaksasi otot kita. Karena natrium dapat menarik cairan seperti magnet.

Namun, dalam kasus lain jika asupan garam berlebih akan menyebabkan retensi (penahanan) air berlebih di tubuh. Ginjal yang bertugas untuk mengolah garam akan menahan cairan lebih banyak daripada yang seharusnya di dalam tubuh.

Banyaknya cairan yang tertahan menyebabkan peningkatan pada volume darah seseorang atau dengan kata lain pembuluh darah membawa lebih banyak cairan.
Beban ekstra yang dibawa oleh pembuluh darah inilah yang menyebabkan pembuluh darah bekerja ekstra yakni adanya peningkatan tekanan darah di dalam dinding pembuluh darah. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai penyakit hipertensi (darah tinggi).

Bahaya Garam bagi Penderita Hipertensi

Salah satu dampak negatif asupan garam yang berlebih adalah meningkatnya resiko untuk menderita hipertensi. Sebenarnya, garam bukanlah penyebab dari meningkatnya tekanan darah. Namun, garam merupakan gabungan dari senyawa natrium (Na) dan klorida (Cl).

Kandungan natrium di dalam garam itulah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah (hipertensi). Sudah ada penelitian yang membuktikannya, yaitu penelitian INTERSALT, berikut juga rekam medis yang dilakukan sejak 1994.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu penyakit mematikan yang paling umum diakibat mengkonsumsi garam berlebih. Semakin banyak asupan garam ke dalam tubuh maka semakin banyak pula asupan natrium ke tubuh kita. Natrium yang terlalu banyak dapat menyebabkan penimbunan di area dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Saat pembuluh darah mengalami penyempitan, jantung akan bekerja lebih ekstra agar darah bisa dialirkan dengan lancar ke seluruh bagian tubuh. Dengan kata lain, asupan garam berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai Silent Killer yang artinya Pembunuh Diam-diam.

Perlu diingat bahwa sebagian orang sensitif terhadap garam sehingga mengonsumsi garam sedikit saja akan menaikkan tekanan darah. Membatasi konsumsi garam sejak dini akan membebaskan Anda dari hipertensi, penyakit ginjal, dan tentu saja penyakit jantung koroner.

Tags
Garam
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help