TribunLampung/

Bolehkah Korban Laporkan Tindak Kekerasan Sesudah Satu Minggu?

Ada seseorang masuk ke rumah kami dengan merusak pintu sambil memaki. Lalu, salah satu dari pemilik rumah melakukan perlawanan.

Kepada Yth Tribun Lampung. Ada seseorang masuk ke rumah kami dengan merusak pintu sambil memaki. Lalu, salah satu dari pemilik rumah melakukan perlawanan dengan memukul orang tersebut. Yang mau kami tanya, bisa tidak anggota keluarga yang memukul orang tersebut dipidanakan dan bolehkah korban melaporkan tindak kekerasan sesudah satu minggu? Mohon penjelasannya.

Pengirim: +6282177654xxx

Kemungkinan Bisa Tidak Dijatuhi Pidana

Di dalam KUHP diatur tentang alasan pemaaf dalam tindak pidana Yaitu pasal 49 (1) yang menyebutkan "Tidak dipidana, barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum." Akan tetapi proses pembuktian nanti di persidangan.

Selanjutnya diperbolehkan seseorang korban kekerasan untuk melaporkan peristiwa dalam jangka waktu seminggu, akan tetapi pada proses penyidikannya biasanya akan mengalami kesulitan.

Kecuali pasca kejadian korban dirawat atau ditangani pihak medis terkait dengan bekas luka atau bekas tindak kekerasan.

Jadi menjawab pertanyaan anda yang pertama sangat mungkin keluarga Anda tidak dijatuhi pidana akan tetapi tetap harus menjalani proses pembuktian di persidangan.

Yang kedua tidak ada larangan untuk melaporkan seminggu setelah kejadian tindak pidana kekerasan.

Ajie Surya Prawira, SH
Direktur eksekutif Yayasan
LKBH SPSI Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help