TribunLampung/

Mengunyah Makanan Hidup Khas Raja Ampat

Selain dimakan hidup-hidup, ulat sagu juga dapat dimakan setelah diolah dengan cara dibakar dan dijadikan sate.

Mengunyah Makanan Hidup Khas Raja Ampat
KOMPAS.com/FIDEL ALI Ulat sagu dalam keadaan hidup. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAJA AMPAT - Ulat sagu merupakan salah satu binatang khas Provinsi Papua. Binatang menyerupai larva ini tak jarang dikonsumsi karena kaya akan protein.

Baca: Inilah Makanan Khas Raja Ampat yang Membuat Laki-laki Lebih Perkasa

Tak jarang pula ulat sagu dikonsumsi dalam keadaan masih hidup. Apa rasanya?

Saat berkunjung ke Raja Ampat, saya mencoba makan ulat sagu saat masih hidup. Saat itu Saya sedang mengikuti Festival Kuliner Raja Ampat yang baru pertama kali dilakukan.

Di sebuah booth, ulat sagu disajikan. Beberapa ulat sagu terlihat bergerak-gerak di atas nampan beralas plastik. D tempat itu juga ditaburi sagu supaya ulatnya tetap bisa hidup dan makan.

Ulat sagu memiliki bentuk tubuh yang tambun, montok, lembek, agak sedikit kenyal. Mungkin ulat ini juga terkenal rakus, karena itu badannya cukup besar untuk ukuran ulat.

Saya mencoba ulat tersebut yang memiliki ukuran kira-kira sama dengan ujung jempol orang dewasa. Saya dianjurkan ambil bagian kepalanya supaya mudah.

Saat saya pegang, mulut ulat ini seakan hendak menggigit saya. Dan benar saja, saya beberapa kali digigit, meski tidak begitu sakit.

Saya pun kemudian memasukkan binatang yang masih meliuk-liuk itu ke mulut. Hap!

Beberapa orang di sekitar saya sebelumnya mengingatkan supaya bagian kepala jangan dimakan, tapi saya pilih sekalian saja.

Halaman
12
Tags
Raja Ampat
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help