TribunLampung/

Begal Pura-pura Mabuk Kendaraan dan Muntah, lalu Kejadian Keji Ini Menimpa Pengendara

Pas berhenti, temannya yang duduk di bangku tengah ngikat leher korban pakai tali. Budi lalu menusuk lehernya dengna pisau...

Begal Pura-pura Mabuk Kendaraan dan Muntah, lalu Kejadian Keji Ini Menimpa Pengendara
ILUSTRASI perampokan(KOMPAS.com) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Aksi perampok semakin membabi buta. Mereka beraksi di rumah warga hingga di jalanan.

Setelah lima peristiwa perampokan di rumah warga dalam waktu kurang dari dua pekan, perampokan terbaru terjadi di jalan Desa Bangi, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara.

Bedi Barata (44), korban perampokan mobil di jalan Desa Bangi, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara, Rabu (14/6) malam lalu, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Handayani, Kotabumi.

Kepada Tribun, Jumat (16/6), ia bercerita tentang pengalamannya menjadi korban perampokan.

Saat berangkat hingga dalam perjalanan, Bedi tidak merasa curiga dengan pelaku yang menyewa mobilnya dengan tujuan ke Palembang.

"Saya tidak curiga sedikit pun," kata warga Kampung Bugel, Desa Kadu Agun, Kecamatan Tiga Raksa, Kabupaten Tangerang Selatan, Banten, ini.

Pelaku yang mengaku bernama Budi, menurut Bedi, sempat ke rumahnya untuk membicarakan tarif rental mobil. "Saya nawarin Rp 2 juta. Dia nawar Rp 1,5 juta. Saya bilang, ke rumah aja dulu, ngobrol soal harga," ujarnya.

Tiba di Lampung, Bedi mengungkapkan, ia dan pelaku sempat mampir ke sebuah rumah makan.

"Saya kurang tahu di daerah mana. Dia (pelaku) makan, saya tidak makan karena puasa," katanya.

Menurutnya, pelaku sempat memintanya lewat jalan lintas timur Sumatera. Namun, ia tak menyanggupinya karena menganggap di jalintim kerap ada razia. "Kebetulan SIM saya habis masa berlakunya," ujar Bedi.

Halaman
1234
Penulis: anung bayuardi
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help