TribunLampung/
Home »

News

Cerita Penumpang Soal Garuda dan Sriwijaya yang Nyaris Tabrakan

Dua pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya hampir bertabrakan di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (18/6/2017) malam.

Cerita Penumpang Soal  Garuda dan Sriwijaya yang Nyaris Tabrakan
(KOMPAS.com/HENDRA CIPTO)
Ilustrasi: Petugas AirNav memantau pergerakan pesawat 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Dua pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya hampir bertabrakan di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (18/6/2017) malam.

Hal ini terjadi saat pesawat Sriwijaya Air belum lepas landas, namun pesawat Garuda Indonesia akan melakukan pendaratan. 

Sehingga, pesawat Garuda Indonesia membatalkan pendarataannya yang kemudian kembali melakukan penerbangan. 

Namun, bagaimanakah kronologi kejadian tersebut. Kompas.comberkesempatan berbincang dengan salah satu penumpang pesawatGaruda Indonesia dengan penerbangan GA 425 dengan rute Denpasar-Jakarta , Louisa Tuhatu. 

Louisa adalah salah satu penumpang Garuda Indonesia. Dia menuturkan, penerbangan dari Bali sampai mendekati Bandara Soekarno-Hatta awalnya berjalan mulus tanpa adanya kendala.

Saat itu juga, pilot juga menginformasikan bahwa pesawat telah berada pada posisi pendaratan atau landing posisition. 

Pesawat turun makin rendah, lampu-lampu bandara sudah terlihat. Mendadak pesawat menukik ke atas secara cepat, pesawat bergetar.

"Saya pikir ada gangguan mesin, saya mulai panik. Pesawat kemudian mengarah ke Kepulauan Seribu dan berputar-putar di situ," ujar Louisa kepada Kompas.com, Senin (19/6/2017). 

Setelah pesawat kembali mengudara, tutur Loisa, Pilot langsung menginformasik?an bahwa pendararan terpaksa dibatalkan, karena ada pesawat lain di landasan pacu Bandara Soekarno-Hatta.  

Mendengar informasi tersebut Louisa dan penumpang lainnya bingung dan bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi. 

"Penumpang semua mengekspresikan keheranan bahwa pesawat disuruh mendarat padahal ada pesawat lain di landasan. Apalagi turis-turis asing yang terbang bersama kami. Saya juga bertanya-tanya, Kok bisa petugas ATC tidak tanggap melihat lalu lintas di bandara? Bagaimana nanti kalau trafik meningkat di saat Lebaran?" tutur dia.

Meski demikian, Louisa mengungkapkan, setelah berputar-putar di udara akhirnya pesawat berhasil mendarat dengan baik di Bandara Soekarno-Hatta.  Dalam hal ini, Loisa berharap kepada para pemangku kepentingan sektor penerbangan agar selalu mengedepankan keselamatan. 

"Industri penerbangan itu adalah industri yang harus sangat memperhatikan aspek safety, tidak boleh ada toleransi sekecil apapun karena nyawa manusia taruhannya," imbuh dia. 

"Jadi  Bukan terminal cantik yang penting, tapi sistem safety yang paling utama. Peralatan kontrol navigasi yang canggih, tenaga ATC yang handal dan cukup banyak supaya tidak overwork, beri gaji yang pantas. Apalagi menjelang hari raya Lebaran, pasti padat sekali jalur penerbangan," pungkas dia. 

Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help