TribunLampung/

Pihak Rekanan Tak Dituntut Uang Pengganti Kerugian Negara

Alasannya, kata Bambang, Arief tidak menikmati uang korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 51 juta.

 Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasus korupsi pengadaan belanja barang di Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu tidak hanya melibatkan Sugesti Hendarto, mantan kepala dinasnya. Pada kasus ini pihak rekanan yaitu Direktur CV Adhya Pratama, Arief, juga menjadi terdakwa.

Jaksa penuntut umum Bambang Irawan menuntut Arief dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan. Arief juga dituntut membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Bedanya, Arief tidak dituntut membayar uang pengganti kerugian negara. Alasannya, kata Bambang, Arief tidak menikmati uang korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 51 juta. Menurut Bambang, Arief memberikan uang pencairan proyek ke Sugesti.

“Yang menikmati uang korupsi adalah Sugesti. Itulah kenapa Sugesti yang menitipkan uang pengganti kerugian negara di persidangan sebelumnya,” jelas Bambang.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help