TribunLampung/

Lebaran 2017

Posko Pengaduan THR, Pekerja Diminta Hubungi Tiga Lembaga Ini

Menyambut hari raya keagamaan Idul Fitri 1438 H/2017, pekerja berhak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) sesuai

Posko Pengaduan THR, Pekerja Diminta Hubungi Tiga Lembaga Ini
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Menyambut hari raya keagamaan Idul Fitri 1438 H/2017,  pekerja berhak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) sesuai dengan amanah Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan.

Atas dasar ketentuan di atas  LBH Bandar Lampung  yang diwakili  Chandra Bangkit Saputra, AJI Bandar Lampung lewat Padli Ramdan, dan LBH Pers Bandar Lampung  melalui Hanafi Sampurna   membuka Posko Pengaduan Pekerja/Buruh.

Kordinator posko Chandra Bangkit Saputra mengatakan THR adalah hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang Hari Raya. Oleh karenanya, THR berbeda dengan gaji bulanan.

“THR berlaku untuk seluruh karyawan yang dibayarkan pada saat hari besar agama, yang berarti hari raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam, hari raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Protestan, hari raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu, hari raya Waisak bagi pekerja yang beragama Budha, dan hari Imlek untuk mereka yang memeluk Kong Hu Chu atau keturunan Tiong Hoa. THR tersebut dapat berupa uang atau bentuk lain,” jelasnya dalam siaran tertulis. 

THR, kata dia, wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan yang berupa uang atau bentuk lain dan diberikan selama 1 kali dalam setahun.

“Dibayarkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Jika hari raya Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 26 Juni 2017, maka Perusahaan harus sudah membayar THR paling lambat Keagamaan tanggal 19 Juni 2017,” tegasnya.

Menurut dia, berdasarkan laporan posko THR 3 tahun terakhir yaitu pada tahun 2014 sebanyak 15 laporan, dan pada tahun 2015 sebanyak 63 laporan serta pada tahun 2016 hanya 8 laporan.

“Hal ini menunjukan masih minimnya keberanian kawan kawan pekerja dalam menuntut haknya. Sering kali pekerja dihadapkan pada permasalahan keterlambatan pembayaran/ tidak dibayarkannya tunjangan hari raya keagamaan oleh pengusaha. Banyak pekerja yang belum mengetahui hak mereka untuk mendapatkan THR,” ujarnya.  (rilis)

Tags
THR
Penulis: Beni Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help