TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Ini Tuntutan eks Kadis Kominfo Pringsewu

Sugesti Hendarto, terbukti melakukan korupsi proyek belanja barang di dinas yang pernah dipimpinnya tahun anggaran 2015.

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jaksa penuntut umum menilai mantan kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu, Sugesti Hendarto, terbukti melakukan korupsi proyek belanja barang di dinas yang pernah dipimpinnya tahun anggaran 2015.

Perbuatan Sugesti terbukti sebagaimana diatur dalam dakwaan subsidair pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan dikurangkan selama terdakwa dalam tahanan,” ujar jaksa Bambang Irawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (19/6/2017).

Sugesti juga dikenakan hukuman pidana tambahan berupa pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan. Bambang juga menuntut Sugesti membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 51,85 juta yang setelah diperhitungkan dengan uang titipan sebesar Rp 51,85 juta yang diserahkan terdakwa pada persidangan sebelumnya.

Atas tuntutan ini, Sugesti akan mengajukan pembelaan pada persidangan berikutnya. Sugesti menjadi terdakwa dikarenakan mengorupsi uang negara para proyek belanja barang di Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu tahun anggaran 2015.

Proyek bernilai Rp 94,37 juta ini akan diserahkan kepada pihak ketiga.Sugesti lalu menghubungi Direktur CVAdhya Pratama, Arief, untuk meminjam perusahaan Arief sebagai pekerja di proyek tersebut.

Proyek tersebut berupa pengadaan dua unit tower senilai Rp 65 juta, dua paket radio senilai Rp 15 juta dan dua unit PC computer senilai Rp 14,2 juta. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut tidak sesuai dengan mekanisme yang ada dimana hanya diketahui oleh Sugesti tanpa melibatkan panitia pengadaan proyek.

Di dalam kenyataannya, Arief tidak memasang satu unit tower di halaman samping puskesmas Fajar Mulya. Pemasangan itu malah dilakukan pihak lain atas nama Dobby Irawan. Dobby melakukan pemasangan atas perintah Sugesti.

Sugesti lalu membayar Dobby sebesar Rp 30 juta. Untuk pemasangan satu unit tower di Pardasuka, dua paket radio dan dua unit PC komputer tidak dilakukan Arief. Namun pencairan dana sebesar Rp 84,35 juta tetap dilakukan oleh panitia atas perintah Sugesti ke rekening Arief.

Arief lalu menyerahkan uang itu ke Sugesti. Dana itu lalu sebesar Rp 30 juta diberikan Sugesti ke Dobby sebagai upah pemasangan towe. Dari perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), diketahui kerugian negara sebesar Rp 51,85 juta.    

Penulis: wakos reza gautama
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help