TribunLampung/

Kasus Zina  Perwira-Polwan, Kuasa Hukum FIF Belum Siapkan Pleidoi

Sidang perkara perzinaan dengan terdakwa perwira Polda Lampung AKBP FIF dan polwan Inspektur Dua AN kembali digelar di

Kasus Zina  Perwira-Polwan, Kuasa Hukum FIF Belum Siapkan Pleidoi
Tribunlampung/Wakos
sidang perzinaan oknum polda 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Sidang perkara perzinaan dengan terdakwa perwira Polda Lampung AKBP FIF dan polwan Inspektur Dua AN kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (20/6).

Persidangan kali ini semestinya mendengarkan pembelaan (pleidoi) dari kedua terdakwa. Namun, lantaran kuasa hukum terdakwa belum siap dengan pembelaannya maka majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Humas Pengadilan Negeri Tanjungkarang Ahmad Lakoni. Lakoni mengatakan, majelis hakim kembali menunda persidangan dikarenakan berkas pembacaan pleidoi dari kuasa hukum terdakwa belum siap dan masih dalam tahap penyusunan.

"Sehingga majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan. Sidang akan dilanjutkan sesuai jadwal sidang selanjutnya," ujar Lakoni saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut Lakoni, dengan penundaan tersebut secara tidak langsung terdakwa maupun kuasa hukumnya diberi waktu untuk menyelesaikan pembelaan. Diharapkan pada persidangan selanjutnya sudah menyatakan siap.

Pantauan Tribun di pengadilan, AKBP FIF datang mengenakan celana jeans dan baju garis warna biru. Sedangkan Ipda AN memakai celana jeans warna biru dongker serta baju dan jilban merah muda.

Kuasa hukum AKBP FIF Okto Noventa mengakui pihaknya belum siap membacakan pleidoi. Kendati demikian, Okto berjanji, pihaknya akan segera merampungkan berkas pleidoi kliennya.

"Secepatnya akan kami selesaikan dan saat ini berkasnya masih dalam tahap penyusunan," katanya.

Namun, Okto enggan menjelaskan tentang materi pembelaan yang disampaikan. Menurutnya, materi pleidoi akan diungkapkan langsung dalam persidangan selanjutntya.

"Yang jelas substansi materi pleidoi membuktikan klien kami tidak bersalah atas apa yang telah dituntut oleh jaksa penuntut umum (JPU)," ujarnya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut AKBP FIF dan Ipda AN dengan pidana penjara selama tiga bulan. Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 284 KUHP tentang Perzinaan.

Agenda penuntutan sendiri sempat tertunda sebanyak dua kali. Pertama karena jaksa belum siap dengan tuntutannya dan kedua dikarenakan terdakwa FIF sakit sehingga tidak bisa menghadiri persidangan.(mg4)

Tags
Polwan
Zina
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help