TribunLampung/

Pengamanan Lebaran, Polres Lampura Kerahkan 254 Personel

Polres Lampung Utara (Lampura) mengerahkan kekuatan penuh dalam pengamanan lebaran tahun ini.

Pengamanan Lebaran, Polres Lampura Kerahkan 254 Personel
Apel Operasi Ramdniya 2017 Polres Lampura 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Polres Lampung Utara (Lampura) mengerahkan kekuatan penuh dalam pengamanan lebaran tahun ini.

Pasalnya dalam sebulan terakhir, aksi kriminalitas di Lampura mengalami peningkatan.

"Tahun untuk pengamanan lebaran, kami akan 'all out'. Jika tahun lalu jumlah personel yang diterjunkan mencapai 180 anggota, tapi kali ini 254 personel yang kami terjunkan. Itu karena, kami mengangap gangguan keamanan ketertiban masyarakan (kamtibmas) ada peningkatan. Dengan kekuatan penuh, diharapkan agar dapat meminimalisir tingkat kejatahan," kata Kapolres AKBP Esmed Eryadi, Selasa (30/6).

Untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan, pihaknya tidak hanya fokus pada jalur lintas Sumatera (Jalinsum), yang menjadi jalur para pemudik, tapi sistem pengamanan juga dilakukan di titik-titik tertentu atau perbatasan wilayah.

Dimana pada titik tertentu itu, Polres akan menyiagakan personel khusus yang diberi mandat untuk langsung memberikan tindakan terarah dan terukur, jika mendapati pelaku yang sedan beraksi.

"Ya, tembak di tempat," ujar Esmed.

Dijelaskan, tahun ini Polres bersama sejumlah instansi mendirikan 9 Pos Pengamanan (Pospam) dan satu Pos Pelayanan (Posyan).

Ke-9 Pospam itu brada di sepanjang Jalinsum, mulai dari Kecamatan Blambangan Pagar hingga Kecamatan Bukit Kemuning.

"Selain itu, sama seperti di daerah lain, atas perintah pimpinan kami juga menerima penitipan kendaraan dan barang lainnya bagi warga yang hendak mudik. Dan kami mengimbau bagi warga Lampura yang hendak mudik dan rumahnya kosong, untuk dapat memberitahukan kepada kami atau paling tidak dititipkan ke tetangganya. Ini bertujuan agar menghindari pencurian," terangnya.

Ketika disinggung mengenai senjata api yang digunakan para pelaku perampokan beberapa waktu lalu, apakah berasal dari Lampura, dengan lugas Esmed menjelaskan jika hal itu masih dalam penyelidikan pihaknya. Namun dia memastikan jika tidak ada home industry pmebuatan senpi ilegal tersebut.

"Kami masih melakukan penyelidikan terkait pelaku yang menggunakan senpi. Tapi, untuk wilayah kita tidak ada (pembuatan senpi rakitan)," kata dia mengakhiri. (ang)

Penulis: anung bayuardi
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help