TribunLampung/
Home »

News

» Jakarta

Bantah Pernyataan Ahmad Dhani, Sudirman Said: Dia Tidak Masuk Tim Anies-Sandi

Dhani bersama Mulan sebelumnya menyatakan bahwa mereka bergabung dengan Tim Kerja Wisata dan Budaya untuk Anies-Sandi.

Bantah Pernyataan Ahmad Dhani, Sudirman Said: Dia Tidak Masuk Tim Anies-Sandi
TRIBUNNEWS.COM/REGINA KUNTI ROSARY
Ahmad Dhani dan Mulan Jameela ditemui pada gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 hari keempat, Selasa (25/10/2016), di Senayan City, Jakarta. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Ketua Tim Sinkronisasi untuk Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Sudirman Said, menegaskan musisi Ahmad Dhani dan istrinya, Mulan Jameela, bukan anggota tim kerja yang membantu Tim Sinkronisasi.

Adapun Tim Sinkronisasi membantu Anies-Sandi mematangkan program sebelum dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2017.

Sudirman menekankan bahwa Ahmad Dhani dan Mulan hanya sebatas penyumbang ide untuk program kerja Anies dan Sandi.

"Mereka tidak ada di tim, baik di Tim Pengarah, Tim Pakar, maupun Tim Sinkronisasi. Kami memang membuka masukan dari banyak pihak, tapi tidak semua pemberi ide tercatat dalam struktur resmi," kata Sudirman, kepada Kompas.com, Senin (3/7/2017).

Sudirman menjelaskan, ada beberapa tim yang dibentuk untuk mempersiapkan Anies dan Sandi menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, yaitu Tim Sinkronisasi, Tim Pakar, dan Tim Pengarah.

Di bawah Tim Pengarah terdapat Tim Kerja Wisata dan Budaya. Dhani bersama Mulan sebelumnya menyatakan bahwa mereka bergabung dengan Tim Kerja Wisata dan Budaya untuk Anies-Sandi.

Dhani bahkan menyampaikan idenya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota museum bersama dengan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Menanggapi hal tersebut, Sudirman menegaskan bahwa semua ide belum tentu langsung jadi kebijakan Anies-Sandi.

Sudirman mengatakan, ada proses panjang yang mengiringi sebuah ide hingga akhirnya dinyatakan apakah bisa lolos seleksi dan direalisasikan atau tidak.

"Tim Sinkronisasi dibantu oleh Tim Pakar untuk mengkaji, menyeleksi, dan akhirnya memutuskan apakah suatu ide bisa masuk dalam program resmi ke depan," tutur Sudirman.

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help