TribunLampung/

Anies Ungkap Kondisi Adik Sepupunya di Singapura

Melalui akun instagram, Anies mencurahkan hatinya mengenai belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

Anies Ungkap Kondisi Adik Sepupunya di Singapura
INSTAGRAM
Anies Baswedan dan Novel Baswedan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA- Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022, menceritakan kunjungannya ke rumah sakit di Singapura, tempat adik sepupunya, Novel Baswedan, dirawat.‎

Melalui akun instagram, Anies mencurahkan hatinya mengenai belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.

"86 hari setelah peristiwa brutal itu, masih saja belum terbuka siapa-siapa saja pelakunya," tulis Anies, Kamis (6/7/2017).

Anies juga menceritakan kondisi kesehatan penyidik senior KPK ‎tersebut yang kini sudah diperbolehkan ke surau untuk beribadah. Novel sudah bisa berjalan menuju surau dengan mengandalkan satu mata yang masih kabur.

‎"Sore itu kami duduk di lantai kamar tempat Novel Baswedan dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura. Ngobrol ngalor ngidul. Semua sehat, kecuali mata, dan tentu Novel tetap penuh semangat."

"Tengah-tengah ngobrol, terdengar suara azan dari surau samping rumah sakit. Kita jalan ke sana. Beberapa waktu yang lalu, dokter sudah mulai mengizinkan ke surau. Berjalan dengan diarahkan satu mata yang masih kabur penglihatannya dan mata satunya belum bisa melihat. Di surau itu, kita duduk lagi dan obrolan berlanjut," tulis Anies.

Menurut Anies, perjuangan menegakkan hukum‎, memberantas korupsi, melawan koruptor, tidaklah mudah. Melawan koruptor di Indonesia memerlukan keberanian dan ketangguhan.

‎"Perjuangan menegakkan hukum, melawan koruptor, memang terjal, tangguh, dan penuh rintangan. Sebuah kemuliaan yang penuh tantangan," tulisnya lagi.

Anies berharap pelaku serta otak di balik penyiraman air keras kepada Novel dapat terungkap. Ia berharap Novel dapat segera pulih dan bertugas kembali di Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Semoga pelakunya segera bisa dibawa ke meja hijau dan dihukum yang setimpal. Kita sama-sama berdoa agar Novel tetap diberikan kekuatan melewati keadaan ini."

"Insya Allah bisa segera pulih dan dapat bertugas kembali di KPK, bergabung bersama para rekan sejawat dan sahabat seperjuangan dalam pemberantasan korupsi. Semoga mereka semua dilindungi oleh Allah SWT dan dikuatkan dalam mengemban tugas mulia ini. Aamiin," papar Anies.

‎Penyiraman terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017. Usai menunaikan Salat Subuh di Masjid Al-Ihsan yang tidak jauh dari kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Novel disiram air keras yang mengenai matanya.

Novel sempat di rawat di rumah sakit di Kelapa Gading, sebelum diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif.

‎Kepolisian hingga kini belum berhasil mengungkap pelaku penyiraman tersebut. Terakhir, polisi menyebarkan tiga sketsa wajah terduga pelaku berdasarkan penuturan sejumlah saksi mata.

Kepolisian kemudian bekerja sama dengan KPK dalam mengungkap pelaku penyiram tersebut. Tim independen KPK ‎akan bergabung dengan tim penyelidik Polri. (Taufik Ismail)

Editor: taryono
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help