TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Penjelasan Dokter Soal Kelahiran dengan Metode Lotus Birth

Belum lama ini masyarakat diramaikan oleh pemberitaan mengenai lotus birth, setelah beberapa selebiriti melakukan lotus birth saat kelahiran anaknya.

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Kinanti

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Belum lama ini masyarakat diramaikan oleh pemberitaan mengenai lotus birth, setelah beberapa selebiriti melakukan lotus birth saat kelahiran anaknya. Lotus birth adalah metode kelahiran dengan membiarkan tali pusat menempel pada bayi bersama dengan plasenta atau ari-ari yang sudah dikeluarkan dari perut ibu, hingga terputus secara alami.

dr. Taufiqurrahman R, Sp.OG (K) dari RSIA Anugerah Medika mengatakan, di Lampung saat ini belum ada satupun ibu melahirkan yang melakukan lotus birth. Kalaupun suatu saat ada, ia akan menyarankan ibu melahirkan tersebut untuk tidak melakukannya. Sebab, menurutnya lotus birth tidak memiliki manfaat sama sekali bagi bayi.

"Jika ada yang mengatakan lotus birth bermanfaat bagi bayi, saya katakan itu salah. Sebab, tiga menit setelah bayi lahir aliran darah dari tali pusat ke plasenta yang merupakan nutrisi untuk bayi sudah habis. Jadi seharusnya setelah tiga menit itu, tali pusat harus segera dipotong. Kalau dibiarkan saja sampai terputus alami buat apa? Apalagi waktu yang dibutuhkan untuk terputus alami sampai bisa 3-7 hari." kata dia.

Menurutnya, jika hanya tali pusat yang dibiarkan tetap menempel pada bayi, itu tidak masalah. Sebab, tali pusat itu adalah water jelly yang didalamnya terdapat satu pembuluh darah vena dan dua pembuluh darah arteri. Sehingga meskipun dibiarkan menempel pada bayi sampai berhari-hari tali pusat itu tidak akan membusuk. Tali pusat itu akan mengkerut dan lama-lama akan terputus dengan sendirinya.

Tetapi lain halnya dengan plasenta. Perlu diketahui, plasenta itu adalah daging. Sama halnya dengan daging yang lainnya, jika plasenta tersebut dibiarkan terus hingga berhari-hari maka sudah bisa dipastikan plasenta akan membusuk dan akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Selain itu pula dikhawatirkan plasenta ini akan membuat bayi terserang infeksi.

Tags
Tribun
Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help