TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Dua Sepupu Didakwa Jual Miras dengan Cukai Palsu

Markus alias Umar dan Heri Kurniawan alias Ming Tet duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (12/7/2017).

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Markus alias Umar dan Heri Kurniawan alias Ming Tet duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (12/7/2017). Dua saudara sepupu ini menjadi terdakwa kasus penjualan minuman keras dengan pita cukai palsu.

Jaksa penuntut umum Nursaitias mendakwa keVIDEO Dua Sepupu Didakwa Jual Miras dengan Cukai PalsuVIDEO Dua Sepupu Didakwa Jual Miras dengan Cukai Palsuduanya dengan pasal berlapis. Pertama pasal 55 huruf b Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kedua didakwa dengan pasal 56 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Nursaitias mengutarakan, Heri adalah pemilik usaha dagang UD Berkat Mandiri yang bergerak di kegiatan jual beli minuman keras/minuman mengandung etil alkohol baik produk lokal maupun impor.

Heri mempercayakan Markus bertugas sebagai kepala gudang yang mengkoordinasi beberapa anak buah. Salah satu produk yang dijual Heri adalah minuman keras merek Vigour. Heri menerima pasokan Vigour dari Jakarta yang dibongkar di gudang di Tanah Merah, Kedamaian.

Setiap menerima pasokan Vigour dari Jakarta, Heri memerintahkan Markus untuk melepaskan pita cukai asli yang melekat di botol-botol Vigour. Pita-puta cukai asli itu itu lalu dikirimkan ke pengepul di Jakarta melalui sopir truk ekspedisi.

“Setiap satu kali pengiriman ada sekitar enam ribu keeping pita cukai asli bekas yang dikirim melalui sopir truk ekspedisi ke Jakarta,” kata Nursaitias. Pita cukai asli yang telah dilepas dari botol diganti
dengan pita cukai palsu yang telah disiapkan Heri.

Menurut Nursaitias, Heri yang berhubungan langsung dengan pemasok pita cukai palsu. Botol-botol yang sudah ditempel pita cukai palsu dikemas ke dalam botol lalu dijual kepada para pemesan di toko-toko yang ada di Bandar Lampung, Lampung Timur, dan Lampung Barat.

Kegiatan penempelan cukai palsu ini sudah berlangsung sejak Januari 2017. Markus mendapatkan gaji sebesar Rp 3,8 juta setiap bulannya dari aktivitas illegal ini. Kegiatan ini tercium oleh aparat Bea dan Cukai.

Petugas Bea dan Cukai menggerebek gudang penyimpanan di Perumahan Tanjung Damai Lestari. Di tempat tersebut, petugas menemukan 279 karton dengan isi tiap kartonnya 12 botol Vigour dilekati cukai palsu.

Barang lainnya yang ditemukan yaitu 1.383 keping pita cukai palsu yang belum dilekatkan di botol Vigour, 63 lembar kertas stiker cukai palsu yang telah dilepas, dan 54 lembaran kertas stiker cukai palsu yang telah dilepas.

“Akibat perbuatan para terdakwa ini potensi cukai yang tidak terpungut sebesar Rp 114.161.860,” ujar Nursaitias.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help