TribunLampung/

Bahaya Memasukkan Garam dan Gula Pada Makanan Bayi

Memberikan garam berarti menekan ginjal yang sedang berkembang. Tekanan tersebut dapat merusak ginjal.

Bahaya Memasukkan Garam dan Gula Pada Makanan Bayi
Nakita
Hindari Berikan Garam Pada Bayi, Ini Alasannya! 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Makanan yang pas memang harus tepat diberikan kepada anak khususnya yang belum menginjak usia satu tahun. Saat memberikan MPASI, mungkin Ibu mulai mencoba mana makanan yang cocok dan sehat untuk bayi. Salah satu hal yang mungkin sering Ibu lakukan adalah memasukkan garam dan gula pada makanan bayi. Apakah hal ini berbahaya? 

Pada dasarnya garam memiliki manfaat karena kandungan natrium dan klorida. Meskipun kedua zat ini penting, zat ini telah ada secara alami pada buah, sayuran dan susu. Sistem pencernaan yang belum bisa menerima garam membuat bayi tidak boleh mendapatkan natrium yang berlebihan dalam bentuk garam. Menambahkan garam pada makanan bayi juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta penyakit jantung di kemudian hari. 

Bayi memiliki ginjal yang sangat sensitif. Sodium pada garam merupakan produk limah yang dikeluarkan oleh ginjal. Memberikan garam berarti menekan ginjal yang sedang berkembang. Tekanan tersebut dapat merusak ginjal. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa garam yang berlebihan bahkan memiliki dampak negatif pada otak bayi. Untuk itu, Mama harus pula berhati-hati untuk membeli MPASI instan kepada bayi.

Sementara gula juga menjadi makanan yang buruk untuk bayi. Gula dapat merusak gigi bayi yang sedang tumbuh apalagi jika Ibu tak membersihkannya dengan sempurna. Bayi juga akan terbiasa dengan rasa manis sejak usia dini sehingga membuatnya akan ketagihan dengan makanan manis di kemudian hari. Maka, ada baiknya Ibu menghindari asupan gula sejak usia dini. 

Konsumsi makanan tinggi gula sejak usia dini juga terkait dengan obesitas dan risiko penyakit kardiovaskular. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa anak yang sudah sering mengonsumsi gula berlebihan akan memiliki pola makan buruk sehingga kelak ia berisiko mengalami obesitas serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help