TribunLampung/

Amankah Menyantap Makan Pedas Saat Menyusui?

Meskipun sebagian kecil rasa pedas bisa masuk ke dalam ASI, ini tidak akan mempengaruhi bayi.

Amankah Menyantap Makan Pedas Saat Menyusui?
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Bagi kita, ibu penyuka makanan pedas, jangan heran jika saat hamil, kita harus mengurangi asupannya karena takut mengalami masalah pada perut. Pascakehamilan, pastinya rasa ingin makan pedas seperti sedia kala sudah dinanti-nantikan. Tapi, tunggu dulu! Baca dulu selengkapnya di sini.

Jika ditanya, amankah makan pedas ketika menyusui? Jawabannya ya. Meskipun sebagian kecil rasa pedas bisa masuk ke dalam ASI, ini tidak akan mempengaruhi bayi. Dalam banyak budaya, ibu terbiasa mengonsumsi makanan pedas dan tidak melakukan perubahan drastis terhadap makanannya saat menyusui. Tidak ada bukti bahwa bayi menjadi rewel atau mudah tersinggung.

Yang terbaik yang bisa Ibu lakukan adalah mengonsumsi makanan sehat yang bervariasi. Menurut psikolog Lucy Cooke, yang mengkhususkan diri pada nutrisi anak-anak, "Bayi yang disusui umumnya lebih mudah diberi makan nanti karena mereka memiliki pengalaman beragam jenis rasa yang berbeda dari tahap awal kehidupan mereka, sedangkan bayi yang diberi susu formula memiliki pengalaman rasa yang seragam."

Tidak seperti susu formula, ASI mengubah rasanya berdasarkan makanan yang Ibu konsumsi. Misalnya, jika Ibu mengonsumsi makanan berbahan bawang putih, ASI mungkin memiliki rasa yang sama dan si kecil juga akan menyukainya.

Pakar bahkan menganggapnya sebagai cara bijak untuk mengenalkan selera makanan padat kepada bayi. Konsultan Laktasi Emma Pickett mengatakan, "Ibu membantu bayi untuk mengembangkan rasa dalam persiapan untuk memulai makanan padat. Tapi pada dasarnya, manisnya gula alami dalam susu akan mendominasi rasa."

Sebuah penelitian yang dilakukan pada awal 1990-an oleh periset Julie Mennella dan Gary Beauchamp mengungkapkan bahwa bayi diberi ASI dari ibu yang mengonsumsi bawang putih dapat memberi manfaat bayi makan lebih lama, mengisap lebih keras, dan meminum lebih banyak susu yang beraroma bawang putih.

Namun, jika bayi merasa kesal atau mudah tersinggung, beri bayi sedikit waktu untuk menerimanya. Untuk memeriksa apakah si kecil menyukai susu rasa pedas, ikuti metode uji coba dan kesalahan. Kita bisa mengetahui apakah bayi sensitif terhadap makanan pedas saat menyusui dengan mengamati reaksinya.

Rewel setelah menyusui
Jumlah tidur yang sedikit
Menangis untuk waktu yang lama
Tampak tidak nyaman
Bangun tiba-tiba
Tanda lain yang mengindikasikan adanya reaksi pada bayi adalah:

Mengi
Reaksi kulit
Lendir atau tinja berwarna hijau
kongesti

Namun, tanda-tanda di atas mungkin tidak selalu memberi sinyal tanggapan terhadap makanan pedas, karena bisa jadi terdapat indikasi alergi terhadap beberapa makanan lain seperti gandum, susu, jeruk atau jagung dalam makanan kita.

Jika Ibu mengonsumsi makanan pedas saat menyusui dan mengamati gejala semacam itu, hentikan makanan pedas selama seminggu dan perkenalkan lagi nanti untuk mengamati perilaku bayi. Beberapa bayi mungkin berubah rewel jika ibunya makan sejumlah besar makanan pedas, sehingga kurangi jumlahnya menjadi sedang. 

Tags
Menyusui
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help