TribunLampung/

Olahraga Lari Baik untuk Kesehatan Sperma

Pria yang berlari setidaknya 15 jam per minggu memiliki kadar sperma lebih tinggi hingga 73 persen dibandingkan mereka yang tidak berlari.

Olahraga Lari Baik untuk Kesehatan Sperma
Ryan McVay
Ilustrasi lari 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tubuh memiliki cara untuk beradaptasi saat kita berlari, dan untuk pria penyesuaian itu termasuk apa yang terjadi dengan sesuatu di bawah ikat pinggang.

“Tubuh Anda beradaptasi untuk mencegah hal buruk terjadi pada penis dan testis Anda,” kata Jeffrey Thill, M.D.

Menurut Tobias Köhler, ahli urologi dari Southern Illinois University, kemampuan adaptasi itu termasuk saat berlari dalam kondisi yang cukup berat, seperti lari panjang di sore hari dalam dukungan yang tidak memadai.

“Kemampuan testis Anda untuk menarik dirinya ke atas/tubuh disebut dengan refleks kremaserik,” kata Köhler. Itu merupakan salah satu cara bagian ini terhindar dari cedera.

Namun, penis dan testis Anda belum tentu sepenuhnya bebas dari cedera saat berolahraga. Anda harus mengetahui beberapa hal yang terjadi "organ vital" ini ketika berolahraga, baik secara positif dan negatif.

1. Testis terasa nyeri

Setidaknya satu dari tujuh pria pernah mengalami beberapa nyeri pada testis yang disebabkan oleh varikosel, kondisi pembuluh darah vena dalam testis melebar. Kelainan ini biasanya terrjadi karena faktor genetik.

Varikosel bisa membuat pria akan merasa tersiksa saat berlari. Itu terjadi karena otot-otot yang kita pakai untuk berlari memicu aliran darah ke belakang dan memperlebar varikosel. Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda bisa memakai celana dalam ketat atau celana khusus untuk berlari.

2. Bahayanya tekanan

Meski memakai celana dalam ketat dan celana khusus olahraga saat berlari sedikit membuat lebih nyaman, celana terlalu ketat bisa menghambat airah darah ke area pangkal paha. Akibatnya akan terasa nyeri pada testis.

Halaman
123
Tags
Lari
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help