TribunLampung/

Penunggak Pajak Akan Ditahan di Nusakambangan

Menurut Ken, gijzeling merupakan upaya terakhir petugas pajak dalam menagih utang pajak‎, guna memenuhi target penerimaan perpajakan, yang ditetapkan

Penunggak Pajak Akan Ditahan di Nusakambangan
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi (tengah). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP)‎‎ akan membawa penunggak pajak ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah, jika selama enam bulan telah mendekam di Lapas Salemba, tidak melunasi utang pajaknya.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, penyanderaan atau gijzeling wajib pajak dilakukan setelah proses penagihan hingga hingga penyitaan, yang dilakukan petugas pajak, tidak membuahkan hasil‎.

"Gijzeling dilakukan ketika sudah inkraht (berkekuatan hukum tetap), kami masukkan ke lapas dan yang bandel lebih dalam enam bulan tidak bayar, dikirim ke Nusakambangan," tutur Ken di kantor DJP, Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Menurut Ken, gijzeling merupakan upaya terakhir petugas pajak dalam menagih utang pajak‎, guna memenuhi target penerimaan perpajakan, yang ditetapkan pemerintah.

"Saya perintahkan semua KPP (Kantor Pelayanan Pajak) setiap hari harus ada satu yang disandera, tentunya dengan dilandasi bahwa wajib pajak harus sudah inkraht," papar Ken.

Nilai utang wajib pajak yang dapat dilakukan gijzeling, yaitu minimal Rp 100 miliar, dan pertama kali dilakukan pada 2002.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help