TribunLampung/

Bakso Beranak Pak Gayeng, Isi Keju hingga Cabai Rawit

Meski begitu, anggapan negatif terhadap street food tersebut hilang ketika melihat antrean pembelinya, pada sore dan malam hari.

Bakso Beranak Pak Gayeng, Isi Keju hingga Cabai Rawit
KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Wujud bakso beranak di Bakso Beranak Pak Gayeng ini cukup besar, diameternya delapan sampai sembilan sentimeter, berisi delapan bakso kecil aneka rasa. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Bakso beranak merupakan hasil modifikasi kuliner khas Indonesia yang cukup booming.

Salah satu bakso beranak yang bertahan dengan cita rasanya yang khas, ialah Bakso Beranak Pak Gayeng, Gambir, Jakarta.

Tidak seperti bakso beranak pada umumnya, yang dijual di tempat permanen, bakso itu dijual dengan gerobak di sisi taman.

Meski begitu, anggapan negatif terhadap street food tersebut hilang ketika melihat antrean pembelinya, pada sore dan malam hari.

Terlebih, saat Anda mengecap rasa kuah dan kenyalnya Bakso Beranak Pak Gayeng.

Di gerobak cokelatnya yang tak terlalu besar, Gayeng sang pemilik, menyediakan ragam bakso.

Antara lain, bakso urat cabai, bakso keju, bakso telur, dan tentunya bakso beranak.

"Kalau di kami yang jadi primadonanya, banyak dicari dan paling cepat habis, malah bakso beranaknya. Bakso yang lain malah jadi sampingan saja. Makanya, stok bakso beranak paling banyak," ujar Gayeng, sambil memperlihatkan isian bakso beranaknya kepada KompasTravel, Jumat (14/7/2017).

Hal yang menjadi ciri khas favorit pelanggannya ialah bakso beranak di sana memiliki aneka rasa.

Saat Gayeng membelahnya, delapan bakso kecil beraneka rasa terlihat di dalamnya.

Halaman
123
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help